PPP Minta Panglima TNI Tindak Tegas KKB: Tambah 10 Batalion Pasukan di Papua!

SYAKHRUDDIN.COM – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penyerangan yang mengakibatkan 4 orang warga meninggal dunia dalam pekan ini.  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Panglima TNI Marsekal Adi Tjahjanto menambah pasukan untuk melakukan pengamanan di Papua.

Dilansir dilaman DetikNews “Panglima TNI diharapkan segera menambah pasukan minimal 10 Batalyon untuk dikirim ke Papua dalam rangka mengamankan kedaulatan wilayah NKRI agar bisa menghadapi separatisme di Papua, termasuk KKB yang telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia dengan memperkosa dan membunuh masyarakat sipil yang semestinya dilindungi,” kata Ketua Bidang Fungsional DPP PPP, Syafullah Tamliha, kepada wartawan, Sabtu (17/4/21).

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan kehadiran diperlukan untuk bekerja sama dengan polisi. Dia menekankan bahwa menjamin ketertiban umum adalah tugas TNI dan Polri.

“Keberadaan TNI juga diperlukan kerjasama dengan kepolisian, sebab tugas keamanan dan ketertiban umum adalah amanah konstitusi kepada Kepolisian Republik Indonesia,” kata dia.

Tamliha mengatakan TNI dan Polri harus melakukan tindakan tegas kepada KKB Papua. Sebab kelompok tersebut telah melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil.

“TNI dan Polri perlu melakukan tindakan tegas kepada kelompok seperti KKB tersebut sebagai wujud hadirnya negara di Papua. Seperti yang saya katakan tadi, perbuatan KKB dengan memperkosa dan membunuh warga sipil adalah pelanggaran HAM yang berat untuk ditindak,” tutur Tamliha.

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir, aksi KKB telah mengakibatkan empat nyawa melayang, meliputi nyawa warga yang berprofesi sebagai guru hingga tukang ojek. KKB merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4/21), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB.

Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4/21). Pada Kamis (15/4/21), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Kemudian, KKB itu juga disebut memperkosa gadis-gadis desa. Beoga menjadi ‘hitam’ karena ulah KKB.

Kesaksian soal kekejaman KKB di Beoga ini disampaikan oleh Satgas Nemangkawi lewat keterangan pers tertulis serta video yang diterima detikcom, Sabtu (17/4/21).

“Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB),” kata Pendeta Jupinus Wama (syakhruddin)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.