Sejarah Kain Kiswah yang Menutupi Kakbah Sejak Tahun 1926

SYAKHRUDDIN.COM, JAKARTA –  Bagian bawah Kain Kiswah penutup Kakbah mulai diangkat tepat saat bulan masuk bulan Dzulhijjah.Diangkatnya Kain Kiswah di bagian bawah Kakbah sekaligus pertanda ritual ibadah haji 2020 sudah dimulai.

Dilansir Travelnews, Proses pengangkatan dilakukan di menit awal bulan Dzulhijjah oleh orang dari kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kakbah. Kain Kiswah yang berwarna hitam menjadi penutup Kakbah di Masjidil Haram, kiblat umat Islam di dunia saat sholat.

 Berikut sejarah kain kiswah:

Di Mana Letak Kiswah?

Kain kiswah berada menyelimuti Kakbah. Kain yang diperkirakan berukuran 14 meter ini diganti setahun sekali setiap musim ibadah haji atau pada tanggal 9 Dzulhijjah. Saat ini bagian bawah kain telah diangkat setinggi 3 meter.

Kain Kiswah Terbuat Dari Apa?

Dikutip dari Arab News, ciri kain kiswah asli terbuat dari sutra berkualitas tinggi berwarna hitam. Terdapat ayat-ayat Al Quran pada kain tersebut yang disulam menggunakan benang emas dan perak.

Adapun, kain sutranya memiliki berat sekitar 670 kilogram. Untuk benang emas memiliki berat 120 kilogram dan benang peraknya 100 kilogram.

Kain ini dibuat oleh 200 pengrajin. Proses pembuatannya melibatkan mewarnai, menenun, dan mencetak. Kain tersebut dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti hingga sempurna.

Sebelum pembangunan kompleks di tahun 1926, kain kiswah dipasok dari berbagai negara. Perintah pembuatan kain kiswah sering ditujukan kepada pengrajin di Mesir, khususnya yang tinggal di pulau di Danau Tannis (Danau Al Manzila).

Kapan Kain Kiswah Diganti?

Kain Kiswah diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender hijriyah. Namun, pada periode Umayyah, kiswah dipasang pada tanggal ke-10 bulan Muharram dan diganti pada akhir Ramadhan.

Lalu, pada pemerintahan Khalifah Abbasiyah Al Ma’moon kain kiswah Kakbah diganti tiga kali dalam satu tahun. Kain pertama yang diganti adalah kiswah berwarna merah di hari pertama haji. Kedua diganti menjadi Al Qabbati putih pada bulan ketujuh hijriyah. Terakhir diganti dengan sutra putih pada tanggal 27 Ramadhan.

Kain Sebelum Kiswah

Sebelum Kiswah, Kakbah telah ditutup dengan berbagai macam kain. Namun, dari tulisan sejarawan Arab Abu Al Walid Al Azraqi diketahui bahwa Khalifah Umar bin Al Khattab pernah membuat Kakbah terbungkus kain putih terang asal Mesir yang disebut Al Qabbati.

Selain itu, Khalifah Uthman ibn Affan pernah memerintahkan untuk membuat dua kiswah. Kain pertama terbuat dari permadani sutra dan digunakan untuk menghiasi Kakbah pada hari pertama haji. Kain kiswah kedua terbuat dari Al Qabbati dan digunakan pada hari ke-27 bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah.

Sementara itu, kain kiswah banyak dianggap memiliki berkah bagi yang memilikinya. Bahkan, beberapa potongan kain kiswah dijual untuk dimiliki (sumbertravelnews)

 

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.