Sungai Saddang meluap, sejumlah kabupaten terdampak banjir

Bencana banjir bandang melanda sejumlah desa dan pusat kota di Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tana Toraja dan Tana Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Toraja terendam banjir setelah tiga hari hujan mengguyur. Banjir paling banyak terpantau di wilayah Enrekang.

Kepala BPBD Sulsel Syamsibar yang dikonfirmasi pagi ini menjelaskan, puncak banjir terjadi pukul 04.00 wita dini hari tadi. Laporan terakhir BPBD kedua daerah, upaya evakuasi warga terus dilakukan.

“Banjir terjadi Kecamatan Enrekang dan Kecamatan Cendana. Tapi hampir seluruh Kota Enrekang terendam banjir dan sementara masih di lakukan pendataan terhadap korban terdampak. Mengenai korban jiwa, sementara ini, masih nihil,” kata Syamsibar,

Dampak banjir, aktivitas warga lumpuh, satu jembatan putus dan ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian lebih dari satu meter.

Salah satu jembatan yang rusak,  berlokasi di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang. Jembatan penghubung bagi empat desa di wilayah itu kini tak dapat dilalui.

Banjir juga menerjang pusat Kota Enrekang, seperti di Pasar Sentral Kabupaten Enrekang, mengakibatkan warga tidak dapat melakukan aktifitas jual beli.

Selain itu, sejumlah sekolah dan perkantoran terpaksa diliburkan karena ketinggian air mencapai dada orang dewasa hingga tak dapat dilalui kendaraan.

Ketinggian air saat ini setinggi dada dan leher orang dewasa, kira-kira satu setengah meter,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang, Lukman Dering, Senin (29/4/2019).
Banjir juga merendam SDN 116, 41 dan SDN 172. Kemudian bangunan SMP 2, SMA 2 dan SMK PGRI Enrekang.

Karena tingginya air, aktivitas belajar mengajar untuk sementara diliburkan. Kendati saat ini para siswa sedang mengikuti masa ujian kenaikan kelas.

Kondisi air bandang juga melanda

wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara  Sehingga sungai meluap dan mengakibatkan bencana banjir di sejumlah titik wilayah Toraja, Senin (29/4/2019).

 Area Sekitar Wilayah Sungai Saddang  menjadi daerah terparah terdampak banjir. Termasuk daerah Bua jalan poros Makale-Rantepao, Kecamatan Kesu, yang berada di pinggir sungai. Sejak malam air sungai sudah hampir mendekati jembatan yang ada di beberapa lokasi.

Sehingga Badan Penanggulan Bencana Daeerah (BPBD) mengimbau warga agar tidak melintas di jembatan.

“Jika sudah sampai ke lantai jembatan, tekanan hidriloka air bisa menyeret jembatan,” pesan Kepala BPBD Toraja Utara, Alexander Tappang

Dilaporkan beberapa rumah warga mulai terendam, seperti di Bua, Sanggala, Makale Utara dan beberapa titik area pinggir sungai. Tinggi air mencapai lutut bahkan hingga dada orang dewasa. Air sudah mulai masuk ke pemukiman warga sejak pukul 01.00 Wita dini hari.

 

BPBD Tana Toraja maupun Toraja Utara dan Kodim 1414 Tana Toraja, lokasi terkena banjir dan luapan air sungai di beberapa titik.

Jalan poros Tombang Datu-Bebo, Kecamatan Sangalla Utara Kabupaten Tana Toraja tergenang banjir karena luapan air sungai.

Banjir di beberapa titik wilayah terkena banjir karena luapan air sungai di wilayah Sangalla Utara dan Makale Utara, Tana Toraja, Sulsel, Senin (19/4/2019) pagi.

(Polres Tana Toraja dan Kodim 1414 Tana Toraja) Beberapa sawah di lokasi Sangalla Utara juga terendam air, juga jalan menuju Kantor Kelurahan Bebo. Selain itu, rumah warga juga terkena banjir di Kelurahan Lion Tanduk Iring, Kecamatan Makale Utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengevakuasi warga Lion Tanduk Iring menggunakan perahu yang rumahnya terendam banjir hingga dada orang dewasa.

Sementara, di wilayah Toraja Utara, lokasi dampak banjir di wilayah jalan poros Rantepao-Makale, tepanya di Bua Tallulolo karena berdekatan dengan Sungai Saddang.

“Sejak semalam kami data, wilayah titik banjir di Jalan Serang, Erang Batu dan Bua Tallulolo sekitar 100 lebih rumah warga terendam banjir,” ujar Kepala BPBD Toraja Utara, Alexander Tappang.

Pihak BMKG memperingatkan, potensi hujan sedang hingga lebatdisertai kilat/ptir dan angin kencang akan melanda Luwu Utara. Luwu Timur dan Kota Palopo, kondisi ini akan berlangsung hingga pukul 18.50 Wita (syakhruddin)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.