Mengantisipasi Musibah Banjir

SYAKHRUDDIN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan dalam tiga hari ke depan, terhitung sejak 1-4 April 2021 pada beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada empat hari ke depan, distribusi curah hujan akan lebih meningkat dari normal. “Memang kemarin itu kami prospek kondisi cuaca di Sulawesi Selatan tidak stabil.

Kondisi cuaca ini kita prakirakan tanggal 1-4 April, curah hujan lebat dan sedang akan mendominasi di Sulawesi Selatan bagian Barat dan Selatan,” ujar Sub Koordinator Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar Siswanto di Makassar, Kamis (1/4/21).

BMKG Prediksi Es di Puncak Jaya Wijaya Akan Hilang pada 2025 Hasil analisis BMKG, kondisi ini dipengaruhi adanya MGO (Madden Julian Oscillation) yang aktif di kuadran 4.

MGO merupakan fenomena gelombang bergerak melambat dari belahan barat Afrika ke Timur Samudra Pasifik dengan periode 30-60 hari. MGO ini pun ikut berpengaruh di wilayah Sulsel karena dapat meningkatkan potensi hujan pada daerah yang dilewatinya, termasuk Kota Makassar.

Kota Makassar khususnya dan Sulsel pada umumnya, hujan dan anging kencangnya berlangsung Pukul 03.00 dinihari di hari Jumat 2 April 2021.

Dampaknya, sejumlah atap seng rumah warga dan pepohonan ikut tumbang.
Di tetangga penulis, atap seng milik anaknya almarhum Dg Sannang, terletak di Jalan Andi Tonro I dalam dalam kawasan ORT 002 ORW 07 Kelurahan Pa’Baeng-Baeng.

Dua buah seng rumahnya melayang dan menerjang rumah kediaman Kader PKK an. Salma dan Romba Yade Rate, beruntung tidak sampai membobol jendela rumah, dan kini sudah mulai dibenahi.

Sementara Walikota Makassar, menghimbau untuk senantiasa siaga banjir, genangan dan angin kencang. Demikian halnya kepada SKPD yang tupoksinya terkait penanganan korban bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Di Kabupaten Gowa, Tim Reaksi Cepat Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dengan mobil Rescue Tactical Unit (RTU), keliling kota memantau dampak hujan deras dan anging kencang yang melanda jazirah selatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk kesiapsiagaan dan mengantisipasi kondisi darurat, berikut penuntun yang dapat dijadikan referensi sebagai berikut ;

1. Letakkan surat-surat berharga di tempat yang paling tinggi
Pastikan Anda menyimpan dokumen dan surat-surat berharga di lemari atau tempat paling tinggi dan tidak terjangkau banjir.
2. Amankan saluran listrik dan barang elektronik, Biasakan untuk mencabut barang-barang elektronik dari stop kontak agar terhindar dari risiko konsleting listrik.
3. Mendahulukan keselamatan anggota keluarga yang sakit, Lansia, dan Anak-anak
4. Update informasi dengan kondisi sekitar, Selalu update informasi terbaru tentang kondisi air sungai maupun air laut di sekitar wilayah Anda.
5. Barang yang harus di bawa saat banjir, perlengkapan dan barang penting seperti pakaian, alat komunikasi, uang, P3K dan dokumen penting.
6. Amankan furniture yang terbuat dari material kain, Lebih baik apabila Anda mendapatkan informasi tentang datangnya banjir.
7. Siapkan persediaan makanan Instan di rumah, Tak dipungkiri, banjir bisa menutup segala akses termasuk makanan.
8. Siapkan obat-obatan darurat
9. Siapkan pompa Bah, Pompa bah adalah alat khusus yang digunakan untuk menyedot air di dalam rumah dan menyalurkannya ke tempat lain.
10. Mengungsi ke wilayah yang lebih aman, sebagai langkah terakhir.

Untuk kondisi yang masih dapat dikendalikan, apalagi dua tiga hari ke depan masih di prediksi hujan, maka segera siapkan dari sekarang berupa ;

1. Senter, Lilin atau lampu darurat
2. Pastikan baterei HP dalam kondisi full
3. Ikuti informasi dari grup WA Anda, karena biasanya lebih cepat dan akurat
4. Jangan panik dan tetap waspada
5. Jangan lupa berdoa dan berserah diri kepada-Nya

Salam kesiapsiagaan menghadapi banjir !!!

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.