Hakim Bisa Putuskan Sidang Online Tanpa Persetujuan Rizieq

SYAKHRUDDIN.COM – Persidangan kasus pelanggaran protokol kesehatan terdakwa imam besar eks ormas Front Pembela Islam, Rizieq Syihab disarankan kembali digelar secara online.

Mengingat, dalam persidangan offline sebelumnya malah menimbulkan kerumunan dan kericuhan pendukung Rizieq Syihab.

Dilansir dilaman BeritaSatu, Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji, menilai, keputusan jalannya persidangan, apakah dilangsungkan secara online maupun offline merupakan otoritas dari pengadilan.

“Jalannya proses persidangan ini menjadi otoritas penuh dari pengadilan, karenanya kewenangan menentukan proses persidangan dilakukan secara offline ataukah online adalah wewenang penuh hakim,” kata Indriyanto, di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, sesuai UU Mahkamah Agung dan KUHAP dan dengan Perma, tetap memiliki legitimasi yang sah bagi hakim untuk menentukan persidangan apakah dilakukan secara online atau offline.

“Bisa tanpa persetujuan dari terdakwa dan jaksa, walaupun hakim memiliki kebijakan untuk memecahkan masalah tersebut dengan jaksa dan terdakwa,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan, demi menjaga integritas lembaga judicial, hakim harus tegas dan tidak memberi toleransi kepada siapapun yang bersikap tidak hormat dan tidak sopan pada proses justisia.

“Bahkan hakim memiliki wewenang untuk mengeluarkan siapapun termasuk terdakwa yang bersikap tidak hormat dari ruang sidang.

Di sini yang sangat berperan dan bertanggung jawab adalah ketegasan hakim agar citra pengadilan tidak tercoreng,” ujar Indriyanto (sumberberitasatu)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.