Silaturahmi Sembari Menjual Almanak LLI

SYAKHRUDDIN.COM – Bagi kalangan pensiunan yang tergabung dalam Kerukunan Purnakaryawan Sosial (Kapesos) dan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Sulawesi Selatan, merupakan organisasinya para purnabakti sosial maupun instansi diluar Kementerian /Dinas Sosial.

Sehingga antara Kapesos dan LLI Sulsel bagaikan mata putih dan mata hitam, keduanya seiring sejalan dan tak dapat dipisahkan. Karena anggota Kapesos sekaligus sebagai anggota Lembaga Lanjut Usia Sulawesi Selatan.

Sehingga tidak perlu dipersoalkan, bilamana dalam setiap kunjungan silaturahmi harus menyebutkan secara lengkap, akan tetapi cukup disebutkan dari LLI Sulsel maka semuanya sudah mencakup didalamnya.

Begitulah yang dilakukan tim yang terdiri Hj. Nirmawati, Mirah, H. teruna Jaya Harris yang sekaligus bertindak driver dan H.Syakhruddin merangkap Jubir dan sekaligus fotografer.

Kunjungan silaturahmi kali ini, Selasa 2/3/21 mengunjungi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional Sulawesi yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan disamping Kampus Unhas Makassar.

Perjalanan kali ini, diawali dengan kontak by phone kepada Sekretaris BBPPKS, Bapak Surya Kaso dan selanjutnya di delegasikan kepada stafnya yang lebih akrab disapa dengan Mamanya Inchy.

Kedatangan ke BBPPKS mengingatkan suasana 7 tahun silam kala masih aktif pada Kanwil Departemen Sosial (Nama masa itu), dan BBPPKS sebelumnya masih di sebut KTS (Kursus Tenaga Sosial), jauh sebelum ada perubahan seperti yang ada sekarang.

Kini di era milenial semua serba digital, termasuk dalam kunjungan kali ini harus menggunakan barcode yang terhubung langsung di BBPPKS Pusat di Jakarta.

Setelah melalui prosedure yang terkait denga protokol kesehatan, lalu memasuki ruang bagian umum, sembari silaturahmi dan lepas kangen dengan adik-adik yang saat ini berkiprah di Kementerian Sosial cq BBPPKS Regional Sulawesi.

Banyak ceritera lama yang kembali diulas, tapi intimnya membawa “Kalender LLI untuk bahan sosialisasi dan menjualnya sebesar Rp30 ribu per examplar, sehingga Mamanya Inchy langsung menyelesaikan sebesar Rp150 ribu rupiah.

“Dilihat dari sudut nilai memang tak seberapa, akan tetapi hakekat dari pesan kalender ini menunjukkan motivasi tinggi, bahwa para senior yang kini sebahagian besar sudah sepuh, masih memiliki semangat juang tinggi, sebagaimana lagu yang sering dipopulerkan di jejaring internet berupa senandung lagu “ Siapa Bilang Lansia Tidak berguna”

Terlepas dari itu semua, bahwa kunjungan silaturahmi ini, telah memberikan peningkatan imun tubuh karena adrenalin para purnabakti yang selama ini jarang ditata maka kali ini, semakin bersemangat, sebagaimana ungkapan Mama Inchy.

“Kalau pak Syakhruddin masih seperti yang dulu” apa itu pernyataan tulus atau gaya peksos yang memberi spirit hidup bagi seniornya yang sudah tujuh tahun pensiun.
Setelah proses transaksi yang berlangsung lancar, kemudian diakhir dengan foto bersama dan tetap menjaga jarak diantara tamu dan tuan rumah.

Selanjutnya rombongan menuju UPT Kanwil Sosial Prov. Sulsel di “Panti Sosial Karya Wanita” (PSKW) Mattiro Deceng Makassar, selanjutnya berganti nama menjadi “Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita” (PPSKW) Mattiro Deceng Makassar sampai sekarang yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dinas Sosial Prov. Sulsel sebagaimana (Keputusan Gubernur Prov. Sulsel No. 168/2001)

Mattirodeceng saat ini memiliki 19 orang pekerja sosial dibawah nakhoda Hj. Andi Adikarini, SH,MH dan Muhammad Jufri Dg Sijaya yang menjadi kontak awal sebelum menuju ke sasaran.

Seorang pekerja sosial bernama Akbar, dengan sigap membagikan atau dengan kata lain membagikan kepada rekan-rekan peksos, kasi dan Pimpinan sekaligus membayar kontan sebesar Rp150ribu rupiah.

Sikap cepat respon ini, sekaligus menunjukkan bahwa jalinan silaturahmi dan irisan perasaan batin sebagai mantan pegawai yang memiliki NIP 17000 dahulu, telah memberikan kaitan emosional yang sulit diukur dengan materi.

Dengan selesainya proses penjualan, maka Kalender LLL Sulawesi Selatan yang dicetak sebagai bahan sosialisasi akan kehadiran LLI di Sulsel dibawah Komando H.M. Sewang Thamal sebagai ketua dan Drs. H.Syakhruddin.DN sebagai sekretaris dan bendaha Hj. Nirmawati menunjukkan bahwa sebuah ide yang diaplikasi dan bentuk pembuatan kalender tahunan, juga diperlukan pemasar dan pangsa pasar yang jelas.

Usai dari Mattirodeng lalu berputar haluan ke Selatan melalui jalur tikus dari Mattodeceng tembus ke kanal Hertasning, bukan langsung pulang tetapi mengarah ke kiri dan terus sampai ke Samaping Mesjid Agung Kabupaten Gowa untuk menikmati “Ayam Kampung asuhan Dg Sija” yang aroma dan layanannya mengalahkan ayam goreng Sulawesi.

Selesai santap siang, rupanya tidak bisa berputar begitu saja, karena jalur di Kabupaten Gowa diatur dengan sistim satu jalur, akhirnya Driver Hj. Taruna Jaya mengarahkan kendaraannya ke sektor selatan.

Sembari perjalanan ke Selatan, sekaligus mengunjungi Cafe Tagana yang terletak di seputar Bantaran Sungai jeneberang yang letaknya cukup strategis untuk menikmati “Kopi Kawang” yang diasuh Muhammad Yunus Dg Kawang, salah seorang jebolan dari Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Konsentrasi kesejahteraan Sosial.

Yunus mengembangkan warkopnya dari titik nol hingga berhasil sampai sekarang, sekaligus mampu membiayai kuliahnya hingga sarjana dari penghasilan usahanya, termasuk dalam mengembangkan permeliharaan ikan nila di Sungai jeneberang di dekata Jembatan kembar Sungguminasa.

Setelah cukup lama menikmati suasaca Cafe yang asri, akhirnya sang Driver pamit pulang dan dengan perasaan riang gembira, kembali ke BK3S Sulsel di AP. Pe=ttarani untuk balik pulang ke rumah, sementara H. Teruna Jaya Haris mengantar pulang ke rumahnya Hj. Nirmawati di BTN Antara, tentu sebelumnya menurunkan dulu Mirah di Jalan Hertasning, karena dia lebih awal turun, lalu melanjutkan perjalanan kembali ke rumah masing-masing dengan riang gembira.

Demikian sekelumit ceritera hari ini, yang terbuang sayang terpublish ulang, tutur Mirah yang selalu diganggu dengan predikat Perintah Tugas dari Kompi Empat, apa makna dibalik misteri itu.

Biarkan Mirah menjelaskan dalam perjalanan berikutnya ke Balai Rehabilirtasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) tgl 12 Maret 2021 mendatang, dengan tema “Sehari Bersama Lansia” salamaki (by syakhruddin)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.