Sepenggal Kenangan Supersemar Terungkap di Balik Dinginnya Malino

SYAKHRUDDIN.COM – Suasana rapat kerja (Raker) Keluarga Besar Fakultas & Komunikasi UIN Alauddin, berlangsung Sabtu-Minggu 20 s/d 21 Februari 2021 di kota sejuk Malino Tinggimoncong Gowa.

Selain menghadirkan jajaran Wadek, Kajur dan Sekjur, termasuk KPM dan tenaga operator, juga dihadiri mantan penerima Supermar dimasa kuliah dahulu, yang kini telah menjadi pejabat di lingkungan FDK Bermartabat.

Diantaranya St Aisyah.BM, Alamsyah dan Abdul Latif, ketiga orang bersahabat ini, pernah melalui masa-masa kuliah yang penuh perjuangan, saling bersaing dan sama-sama menerima beasiswa Supersemar. Namun bukan berarti tak ada riak didalamnya, bahkan terjadi kisah-kasih di sekolah, sebagaimana lagu yang pernah populer di zamannya.

Adalah Ibu Aisyah selaku pemeran utama yang mengungkapkan kenangannya, ketika Pak Abdul Latif, ingin mengisi relung-relung hatinya dengan asmara yang tersamarkan.

Sebagaimana diungkapkan Ibu Aisyah dengan lugas dalam pertemuan yang mengundang tawa hadirin yang mendengarkannya, termasuk Komandan Tagana yang ikut menyimak sekaligus menuliskan, untuk dibaca ulang terbuang sayang, Ssst ….. ini hanya berlaku dalam lingkungan sendiri dan tidak dipublikasikan, sebagaimana pesan Dekan, jangan umbar kegiatan ini media FB dan sejenisnya.

Dijelaskan oleh Ibu Aisyah, ada pula yang sering menyapa Kak Itja.
“Kami tiga orang bersahabat, sama-sama penerima Supersemar dan dibalik semua itu, ada yang menarik karena diam-diam Pak Latif menaruh simpatik padaku, ungkap Ibu Aisyah yang akrab disapa Dg Ngona.

Dikatakan, hati Abd Latif yang bersemi, terkadang juga tersaingi dengan kedatangan Pak Alamsyah, walaupun Pak Alam selalu dikawal Nurhayati.

Kami tiga sekawan, penerima Supersemar tetapi ketika hati Pak Latif bergelora, terkadang mengajak untuk bermalam minggu. Entah apa dibalik semua itu, namun kasihnya yang tak tersampaikan dan akhirnya masing-masing takluk dengan suratan takdir.

Dijelaskan, Suatu ketika Andi Aty Uleng mengundang ke rumah Abd Latif yang sedang berkabung. Sembari bersedih, Andy Aty Uleng lalu berbisik kepada Ibu Icha (Hampirko tidak tidak memiliki mertua, tuturnya berbisik), disambut dengan suara geerrr oleh pendengar.

Dekan FDK, Muhammad Firdaus yang membuka dialog dengan peserta Raker, selain menyampaikan keberhasilan yang telah raih juga mengharapkan masukan dari jajarannya, untuk bersama-sama membangun FDK yang ke depan diharapkan mampu meraih predikat unggul, harapnya

Para Kajur yang ikut berbicara diantaranya Ibu Asni Djamereng, Putri Soppeng yang satu ini, mengupas seputar kaitannya dengan rapat-rapat mendadak, pola ujian dimasa Pandemic, dan berbagai uneg-uneg yang disampaikan secara pelan tapi pasti.

Namun setelah mendapatkan jawaban balik, semuanya jadi klir, karena terkadang Ibu Asninya juga sibuk dengan ujian mahasiswanya, sehingga topik yang sudah dibahas, sudah berlalu di akhir sesi.

Harapan dari sebagian Kajur dan Sekjur menginginkan, agar ujian proposal atau ujian tutup, jangan dibiarkan mahasiswa yang membuat link webinar, tapi pihak jurusanlah yang membuat linknya. Rupanya usulan ini diaminkan oleh para peserta Raker.

Menyinggung tentang hasil yang diraih BPI, setelah disampaikan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi. Termasuk saat akan mengikuti pertemuan, dalam jumpa awal sebelum dimulai acara, semua foto yang sudah tertata rapih, tiba-tiba terjatuh ke lantai.

Ibu Icha selaku pendamping mengatakan, “Ini tanda-tanda apa yang akan terjadi”

Termasuk ketika mempersilakan DR Mansur Suma untuk pindah ke posisinya, tetapi dengan cekatan Dr. Mansur menjawab.
“Saya disini saja bu, karena saya dilarang Pak Dekan berbicara, “ dengan jawaban ini, membuat hadirin tertawa serentak.

Bagaimana dengan Kajurnya yang akrab dengan airmata ??? Rupanya Ibu Rahmatiah memang pejuang tangguh yang patut diacungi jempol.

Pulang tengah malam dengan menyetir sendiri mobilnya, itu adalah sesuatu yang patut diacungi jempol. Dan semua pertanyaan assesor dijawab dengan lugas. Persoalan benar dan salah, tidak ada urusan.

“Kajur yang satu ini, senang menjawab terus, bahkan masukan dari pendamping yang ada disisinya, kurang di dengar, baginya bicaranya sampai assesor bosan sendiri” hikhikhik.

Semua peristiwa diatas seakan, memperlihatkan kepada keluarga FDK, untuk ke depan saling bahu membahu dalam setiap pelaksanaan Borang dari BAN-PT.

Sudah bukan lagi waktunya untuk bekerja masing-masing jurusan, dibutuhkan kerjasama tim dalam suatu sistim komando, dengan pijakan aturan yang jelas dan satu korps yang kuat sebagaimana motto di Tagana “

One Command, One Rule, One Coprs” yang kadang-kadang dipelesetkan sebagian anggota Tagana menjadi “ Uang saku – uang transfot – uang honor”

Suasana Raker yang makin semarak, seiring dengan ulang tahun Dekan FDK yang mendapatkan dua buah kue ultah yang disiapkan jajaran staf, dibawah Komando Wadek II, membuat suasana makin meriah.

Acara spontanitas itu berlangsung di halaman Pondokan Syariah di Kawasan Pohon Pinus Malino-Gowa.

Kegiatan lainnya yang turut mewarnai Raker kali ini, dibukanya Diklat ke-tagana-an oleh Dekan yang diikuti 30 peserta, termasuk mahasiswa dan jajaran staf yang ditunjuk.

Dari ruang Raker lalu bergeser ke sektor lapangan kiri, dimana di lokasi ini, Dekan menyematkan topi latihan kepada dua orang perwakilan dari 30 peserta yang terdiri dari Semester II, IV dan VI.

Semua kegiatan direkam oleh kepala devisi Televisi, Dede Sulaeman dan didokumentasikan dengan baik oleh Bang Iful, seorang fotografer handal di bidangnya.

Adalah Kajur Kessos, DR H.Ilham, M.Pd yang memberikan laporan singkat tentang pelaksanaan kegiatan Diksar Tagana Angkatan I dan ditutup dengan pembacaan doa, oleh Sekjur Kessos, Drs. Alamsyah dilanjutkan dengan foto kenangan yang sekaligus menjadi bahan laporan dan pendukung Borang dimasa mendatang.

Pelaksanaan Diksar Tagana di Malino berlangsung lancar dan pada malam harinya turut memberikan penguatan kapasitas Tagana, Bapak DR. Syamsuddin, S.Ag,M.Pd yang pernah membawa PMI-Kessos melakukan studi banding ke tiga negara masing-masing, Malaysia, Singapura dan Thailand sebelum masa Copid-19 melanda republik tercinta.

Kegiatan Diksar didukung dengan dua instruktur dan Perintis Tagana Indonesia masing-masing, Drs H.Syakhruddin.DN,M.Si dan Mukhlis Moed,S.Km juga dihadiri Tagana Utama Sulsel, Subhan Rahim yang juga memberikan sambutan kepada peserta latih (***)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.