Kondisi Farida Pasha Sebelum Meninggal Kena COVID-19

 

SYAKHRUDDIN.COM – Artis senior Farida Pasha meninggal, keluarga menyebut terinfeksi COVID-19. Pemeran Mak Lampir di sinetron Misteri Gunung Merapi ini awalnya masuk rumah sakit karena vertigo dan asam lambung.

Putri Farida Pasha, Gina Sonia, mengungkap hal itu dalam keterangannya kepada wartawan. Menurut Gina, pemeriksaan berikutnya menunjukkan Farida Pasha mengalami pneumonia.

“Setelah dilakukan berbagai tes dan rontgen, mama terkena early pneumonia, juga hasil swabnya positif,” kata Gina, dikutip dari detikHOT, Minggu (17/1/21).

Dalam perawatan, Farida Pasha menjalani tes swab dan hasilnya positif terinfeksi COVID-19. Artis berusia 68 tahun ini meninggal pada Sabtu (16/1/21) dan dimakamkan dengan protokol ketat COVID-19.

Dikutip dari Mayo Clinic, pneumonia adalah infeksi yang memicu peradangan pada paru-paru. Pada pneumonia, kantung udara terisi cairan sehingga dalam istilah awam sering disebut paru-paru basah. Cairan ini menyebabkan sesak napas.

Dilansir dilaman Detikhealth, Derajat keparahan pneumonia cukup beragam, dari yang ringan hingga berat. Kondisi ini memberikan dampak paling serius pada bayi, anak-anak, lansia di atas 65 tahun, dan orang-orang dengan masalah kesehatan maupun imunitas tubuh yang lemah.

Gejala pneumonia, Ada berbagai gejala bisa yang menyertai pneumonia, tergantung derajat keparahan dan penyebab infeksinya. Pneumonia ringan ditandai gejala mirip flu, tetapi lebih lama.

Beberapa gejala yang sering ditemukan adalah:
Nyeri dada saat batuk atau bernapas, Batuk, Letih, Demam, berkeringat, menggigil.

 

Pada lansia dengan daya tahan tubuh lemah, suhu tubuh di bawah normal
Mual, muntah, atau diare dan Sesak napas.

Pneumonia paling banyak disebabkan oleh bakteri dan virus, meskipun jamur dan parasit lain juga bisa menjadi penyebab. Infeksi COVID-19 juga kerap disertai komplikasi pneumonia (syakhruddin)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.