Pembayaran Tali Asih Tagana Masih Dalam Proses

SYAKHRUDDIN.COM, Sampai pertengahan bulan September 2020, proses pembayaran tali asih Tagana melalui Bank Mandiri Makassar masih tersendat. Proses pencocokan nama Nama di KTP  maupun  Nomor Induk Kependudukan ( NIK) harus sesuai daftar.

Menurut Tagana Utama Sulsel, Subhan Rahim alias Nanang yang ditemui tadi siang menjelaskan, ada sekitar 200 nama anggota Tagana Sulsel, hilang dalam daftar list yang dikirim Kemensos ke pihak Bank Mandiri Makassar.

Penulis sendiri sebagai salah seorang Perintis Tagana Indonesia, tidak ada dalam daftar. Setelah dikonfirmasi dengan Ibu Sunarti di  Kementerian Sosial, daftar nama Penulis berada pada posisi nomor urut 338.

Persoalan yang muncul kemudian, karena pada saat diinput ke komputer, nomor NIK dalam list tertulis 737110050157000 ternyata itu tidak terdaftar dalam data Dukcapil.

Setelah dilakukan pencocokan data, ternyata nomor NIK tersebut tidak terbaca dalam data terpadu Dukcapil karena datanya kurang satu angka  sehingga terjadi eror :

Dimana tertulis NIK 737110050157000, seharusnya 7371100501570001, kekurangan satu angka berdampak pada unclean dan ini melanda sekitar 200 orang anggota Tagana Sulawesi Selatan, sehingga perlu kerja keras petugas untuk mencocokan, akibatnya proses pembayaran mengalami keterlambatan.

Permasalahan seperti ini juga melanda Provinsi Gorontalo, NTT dan beberapa provinsi lainnya yang butuh penanganan dan kecermatan administrasi yang pada akhirnya berdampak pada keterlambatan pembayaran Tali Asih Tagana Indonesia.

Sementara itu pihak Bank Mandiri Makassar,  masih akan berkoordinasi dengan pihak Kantor Pusat Bank Mandiri di Jakarta terkait proses penerbitan kartu ATM.

Kepada rekan-rekan Tagana Indonesia di Sulawesi Selatan, diharap tetap bersabar, karena Pihak Kemensos dan Bank Mandiri masih terus melakukan validitasi data seputar pembayaran Tali Asih Tagana se-Indonesia, semangat pagiiiii (*)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.