Belajar Dari Sejarah Tagana Indonesia

SYAKHRUDDIN.COM, MAKASSAR – Saksi hidup sekaligus pendiri Taruna Siaga Bencana Indonesia (TAGANA) Bapak ANDI HANINDITO, Pembuat, Pencetus dan sekaligus Perintis Tagana di Indonesia.

Malam ini, Kamis (27/8/2020), telah berbagi kisah melalui podcast episode ke-5 di  Beranda Linjamsos Kementerian Sosial RI, di monitor anggota Tagana se-Indonesia, mulai dari Tagana Muda, Tagana Madya/Khusus, Tagana Utama hingga Perintis Tagana Indonesia.

Mengenang perjalanan sejarah berdirinya Tagana, Penulis Syakhruddin mengajak kita semua, menaruh hormat serta mengirimkan suratul Al-Fatihah, kepada Bapak Purnomo Sidik (Mantan Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial), Bapak Sutarso,M.Sw (Dosen dan Tenaga Ahli Bidang Kebencanaan/Pakar Bencana Alam Indonesia, yang telah berkontribusi besar terhadap penumbuhan Tagana Indonesia.

Andi Hanindito yang penasaran dengan sistim penanganan bencana, terutama pada kasus banjir di Jakarta yang harus mengantar bantuan dengan “Mobil Rongsokan” telah menginspirasi dirinya  untuk belajar di Singapura, Malaysia, Vietnam dan bahkan ke Eropa, termasuk ke Uni Sovyet.

Hasil pengembaraan dan proses belajar secara mandiri di luar negeri. Dan  dari pelajaran yang diperoleh, lalu membentuk “Pelatihan Relawan Bencana Indonesia” yang pada awalnya banyak orang yang meragukan kehadiran Tagana.

Sebagai Perintis Tagana termasuk dalam daftar  60 orang pada tahun 2004 tentunya ikut bersama Panglima Tagana Indonesia mendandani dan membesarkan Tagana Indonesia, dengan konsep pemikiran, penanganan bencana pada tiga klaster yaitu sebelum – saat dan sesudah bencana terjadi.

Diakui oleh Panglima Tagana Indonesia, ada tiga hal belum sempat diurus dimasa kepemimpinan sebagai Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial RI yaitu, (1) Sekolah Penanggulangan Bencana Indonesia,  (2)Warkop Tagana (Menunya Indomie Tsunami, Kopi banjir, dll yang terkait dengan nama-nama bencana dan  (3) Sistim Penanggulangan Bencana Indonesia Berbasis Masyarakat.

Karena penanggulangan bencana adalah tanggungjawab kita semua, maka setiap warga negara bertanggungjawab dalam penanganannya, mengingat Indonesia merupakan supermarket bencana.

Hal yang selalu mengusik perasaan Sang Panglima, bahwa dengan kerelawanan tang ada di Tagana, hendaknya Pimpinan Tagana di Salemba Raya 28 Jakarta, ke depan agar bisa lebih baik lagi, terutama kesejahteraan dan jaminan kesehatan bagi anggota Tagana yang kini berjumlah 39.000 ribu anggota.

Ditandaskan bahwa Tagana yang dibentuk 24 Maret 2004 di Lembang Jawa Barat, sementara  bencana Tsunami terjadi 26 Desember 2004.  Bukan berarti Tagana dibentuk karena ada Tsunami, melainkan Tagana sudah lebih dahulu dibentuk, sebelumTsunami datang, urai Panglima Tagana Andi Hanindito dalam dialog poscats Linjamsos episode 5.

Dijelaskan, tak banyak yang tahu bahwa ternyata “Sejarah Pembentukan Tagana Indonesia berawal dari kisah mobil rongsok”

Pembentukan Tagana Indonesia diawali 16 tahun silam, masih banyak yang meragukan, tapi seiring berjalannya waktu dan bergantinya kepemimpinan, membuktikan bahwa Tagana merupakan bagian penting dalam sistim penanggulangan bencana di Tanah Air yang awalnya hanya 60 orang kini telah berkembang menjadi 39.000 orang.

Ulasan melalui potcast Linjamsos episode ke-5 malam ini, telah memberikan pencerahan kepada segenap anggota Tagana dari Sabang sampai Marauke.

Semoga apa yang menjadi harapan Panglima, dapat kita kembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi di daerah masing-masing.

Selamat kepada Panglima Tagana Indonesia, Bapak Andi Hanindito atas pencerahannya, kepada para rekan Perintis diharapkan untuk terus berkiprah terutama dalam merujudkan pengabdian melalui Sekolah Penanggulangan Bencana Indonesia dengan basis utama pemikiran pada kegiatan sebelum bencana, semangat pagiiiii (Syakhruddin/Perintis Tagana Indonesia, Lembang Jabar tahun 2004)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.