Bentrok TKA China-Pekerja Lokal di Konawe Berakhir Damai

SYAKHRUDDIN.COM, KENDARI  –  Seseorang yang diduga TKA China, memukul seorang karyawan di kawasan industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra viral di media sosial.

Dalam video singkat itu berdurasi 49 detik. Tampak WNI diduga korban pemukulan mengalami luka berdarah di hidung.

Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Husni Abda membenarkan insiden tersebut. Dikatakannya, pelaku berinisial Mr FZH dan karyawan PT OSS bernama Imran.

Pemukulan itu terjadi pada Selasa (28/7/2020) malam. Hanya, Husni tidak membeberkan motif dan kronologi kejadian tersebut.

“TKA dan korban sama-sama karyawan PT OSS,” imbuhnya.

Dilansir Detikcom, korban telah memilih jalan damai pada Rabu (29/7/2020) kemarin sesuai dengan adat.

“Hanya, korban tidak melaporkan kejadian tersebut. memilih penyelesaian secara adat Tolaki (Suku asli orang Kendari),” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku telah dikembalikan ke perusahaan untuk bekerja seperti biasa,” kata Yudi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (31/7).

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7/2020) di kawasan industri Morosi tersebut menimpa Imran, seorang pekerja di PT Obsidian Stainless Steel (OSS) Morosi.

Pemukulan berawal saat korban hendak memarkir mobilnya keluar dari parkiran, namun terhalang motor pelaku.

Korban kemudian meminta FZH untuk memindahkan motornya, namun ia menolak.

Diduga keduanya terkendala komunikasi hingga akhirnya aksi penganiayaan tak terelakkan

Setelah aksi pemukulan tersebut, FZH sempat nyaris menjadi bulan-bulanan pekerja lain yang berada di lokasi.

Namun Yudi mengatakan sebelum hal itu terjadi, pelaku langsung diamankan ke Mapolres Konawe.

“Kita langsung amankan untuk meredam situasi di sana,”

 

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.