Perubahan Nama Kasus Covid-19

SYAKHRUDDIN.COM, JAKARTA –  Keputusan Menteri Kesehatan RI HK. 01.07-MENKES-413-2020

Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 di INDONESIA

TERMINOLOGI KASUS COVID-19 TERBARU :

  1. KASUS SUSPEK
  2. KASUS PROBABLE

3.KASUS TERKONFIRMASI

SELAMAT TINGGAL ODP, PDP Dan OTG

Definisi Operasional:

8 Istilah antara lain :

  1. Kasus Suspek,
  2. Kasus Probable,
  3. Kasus Konfirmasi,
  4. Kontak Erat,
  5. Pelaku Perjalanan,
  6. Discarded,
  7. Selesai Isolasi, dan
  8. Kematian.

KASUS SUSPEK

Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

  1. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN

pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat

perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang

melaporkan transmisi lokal**.

  1. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari

terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

  1. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat*** yang

membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada

penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

KASUS PROBABLE

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan

gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil

pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

KASUS KONFIRMASI

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang

dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:

  1. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
  2. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

KONTAK ERAT

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau

konfirmasi COVID-19.

Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:

  1. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau

kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu

15 menit atau lebih.

  1. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi

(seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).

  1. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus

probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai

standar.

  1. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak

berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim

penyelidikan epidemiologi setempat

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik),

untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari

sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul

gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk

menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum

dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

 

PELAKU PERJALANAN

Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik)

maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

DISCARDED

Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

  1. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil

pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut

dengan selang waktu >24 jam.

  1. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan

masa karantina selama 14 hari.

SELESAI ISOLASI

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

  1. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak

dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10

hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis

konfirmasi.

  1. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)

yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10

hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah

tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan

pernapasan.

  1. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)

yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali

negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi

menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus

probable/kasus konfirmasi dapat dilihat dalam Bab Manajemen

Klinis.

KEMATIAN

Kematian COVID-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus

konfirmasi/probable COVID-19 yang meninggal.

 

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.