Jokowi ke Rektor: Fasilitasi Mahasiswa Belajar dari Praktisi

SYAKHRUDDIN.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sederet pesan kepada rektor perguruan tinggi di Indonesia guna mengembangkan cara baru di dunia pendidikan, mulai dari bertukar dosen secara daring hingga memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dari praktisi.

Dilansir di laman CNN, Jokowi menyampaikan pesan ini dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Sabtu (4/7). Dengan pesan ini, Jokowi berharap institusi pendidikan tinggi dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul jelang bonus demografi.

“Saya pesan beberapa hal. Pertama, saya mengajak Forum Rektor Indonesia, jangan hanya menjadi forum komunikasi. Forum Rektor Indonesia harus dikemas menjadi forum saling peduli, saling berbagi yaitu yang mampu bantu yang tidak mampu, dan yang punya bantu yang tidak punya,” katanya.

 

Ia kemudian berkata, “Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen, dan perkuliahan secara daring untuk maju bersama, memajukan mahasiswa di seluruh Indonesia.”

Jokowi juga meminta agar perguruan tinggi memberikan kesempatan dan fasilitas kepada mahasiswa untuk belajar tidak hanya dari dosen di kampus.

Ia meminta mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar pada pelaku usaha, praktisi pemerintahan, hukum, dan pelaku lapangan lainnya.

“Agar mahasiswa bisa menangkap perubahan dunia yang dinamis yang dipicu oleh disrupsi dan hyper-kompetisi yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Lebih jauh, Jokowi juga berharap perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk dengan kawasan yang terdekat.

“Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberi pengalaman kerja kepada mahasiswa, tapi perguruan tinggi juga bisa kerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi untuk riset dan development dunia industri, sekaligus pengembangan ilmu murni,” ucapnya.

Ia berharap upaya-upaya tersebut bisa dilakukan segera sehingga Indonesia bisa memanfaatkan bonus demografi.

Indonesia mengalami bonus demografi hingga 2045 mendatang. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas sendiri memprediksi pada 2030 angkatan usia produktif usia 15-64 tahun mencapai 200 juta orang.

Jumlah tersebut mewakili 68 persen dari total populasi Indonesia. Sementara itu, angkatan tua usia 65 tahun ke atas hanya sekitar 9 persen (sumbercnnjakarta)

 

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.