Jenderal Joko Santoso Berpulang Kerahmatullah

SYAKHRUDDIN.COM, JAKARTA Innalillahi wainna ilaihi rojiuun, satu lagi putra terbaik bangsa  berpulang ke Rahmatullah di hari ke-17 Ramadan 1441 H.

Almarhum adalah  Bapak Jenderal TNI (Purn)  Joko Santoso, Mantan Panglima TNI pada hari Minggu 10 Mei 2020 di ruang Pav Kartika RSPAD Gatot Subroto.

Almarhum adalah kakak kandung  dari Bapak Toto Budi Santoso, Mantan Sekjen Kemsos Ny. Titiek Iwan Bahar di Pangkep

Segenap keluarga besar Lembaga Lanjut Usia Indonesia Sulawesi Selatan dan Kapesos Sulsel menyatakan  berduka cita yang mendalam.

Semoga husnul khatimah, amal ibadahnya diterima Allah Swt, diampuni segala khilaf dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, amiiin

Almarhum dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya pukul 06.30 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (10/5/2020).

“Benar, meninggal dunia pukul 06.30,” ujar Zaky Alatas, Ketua Umum Brigade 08 Gerindra yang juga orang dekat almarhum kepada CNNIndonesia.com.

Zaky mengatakan Djoko Santoso meninggal dunia karena pendarahan di otak. Ia sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Subroto.

Mantan Panglima TNI yang belakangan aktif berpolitik bersama Partai Gerindra. Pada Pemilihan Presiden pada tahun lalu, dia dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Djoko lahir di Surakarta pada 8 September 1952. Dia lulus dari akademi militer pada 1975 kemudian melanjutkan pendidikan kemiliteran di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1990 dan Lembaga Ketahanan Nasional pada 2005.

Djoko pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-24 pada 2005-2007 saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kariernya meningkat menjadi Panglima TNI ke-16 pada 2007-2010 saat negara masih dipimpin presiden yang sama.

Selama masa itu, Djoko juga sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ke-11 pada 2008-2012.

Pada 2018 Djoko dinyatakan sebagai Ketua BPN untuk mengawal Prabowo-Sandiaga ke Pilpres 2019. Pemilihannya sebagai ketua, seperti pernah dinyatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, sudah disetujui partai koalisi.

Prabowo sempat memberikan sebuah keris kepada Djoko pada 2018 saat berulang tahun ke-66. Prabowo menganggap Djoko sebagai kesatria, senopati, dan juga panglima.

Prabowo yang juga atasan Djoko saat menjadi prajurit TNI mengatakan selama memimpin selalu bersikap keras, namun dia belum pernah marah pada Djoko.

Djoko juga disebut tidak lupa dengan komandannya, walau jabatan dia pernah lebih tinggi ketika menjadi pemimpin puncak Panglima TNI.

“Tapi meski beliau jadi bintang empat, beliau tidak lupa dengan komandannya,” kata Prabowo.

Pada 2019 Djoko menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra. Djoko telah menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (10/5/2020) di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta setelah dirawat karena pendarahan otak, selamat jalan, Innalillahi wainna ilahi rojioun (syakhruddin)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.