Pelarangan Mudik Tak Perlu Pakai Fatwa Ulama

syakhruddin
Read Time1 Minute, 16 Second

SYAKHRUDDIN.COM, MAKASSAR – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Hasanuddin AF berpendapat, pelarangan masyarakat untuk mudik lebaran di tengah penyebaran virus corona (Covid-19) tak perlu memakai fatwa haram.

“Kami malah memandang itu enggak perlu fatwa kalau masalah mudik itu. Masalah perut itu bukan masalah fatwa itu,” kata kata Hasanuddin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/4/2020).

Hasanuddin justru meminta agar pemerintah menjamin kehidupan dan kebutuhan masyarakat bila nantinya diterapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus corona.

Ia meyakini masyarakat tak akan mudik ke kampung halamannya masing-masing bila pemerintah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat saat penerapan PSBB.

“Jadi kalau pemerintah mau memberlakukan PSBB ya jamin dong. Kalau tidak mau mudik, masyarakat yang dari daerah itu, kehidupannya gimana? Orang enggak bisa makan, enggak bisa kerja. Itu masalah negara itu. Bukan masalah fatwa itu,” ujarnya.

Hasanuddin memastikan sampai hari ini MUI belum berencana menyusun fatwa yang menyatakan kegiatan mudik di tengah wabah virus corona haram hukumnya.

“Komisi fatwa [MUI] belum berencana, walaupun ada imbauan dari pemerintah, termasuk dari wapres sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong MUI untuk menerbitkan fatwa yang menyatakan kegiatan mudik ke kampung halaman haram hukumnya di tengah wabah virus corona.

Usulan Ma’ruf itu dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil banyak masyarakat yang berbondong-bondong mudik ke Jawa Barat di tengah wabah corona.

Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta kepada jajaran pembatunya untuk menyiapkan skenario dalam menangani arus mudik di tengah pandemi corona. Ia juga meminta kepala daerah untuk tegas melarang warganya mudik ke kampung halaman (sumbercnnindonesia)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jenazah Mantan Dosen UIN Makassar Dimakamkan Sesuai Prosedur Korban Covid-19

SYAKHRUDDIN.COM, MAKASSAR – Innalillahi wa innailahi rajiun, Mantan Dosen Fakultas Syariah UIN Alauddin Kampus Samata Makassar, Abdul Rasyid Enjang (61 thn), yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di rumah sakit Awal Bross, Makassar. Jenazah telah dimakamkan sesuai prosedur tetap korban COVID-19.   Dilansir dilaman Herald Makassar, Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Makassar, Ismail Hajiali mengatakan, almarhum yang […]