Kemiskinan Memaksa Sampara Tinggal di Bekas Kandang Sapi

SYAKHRUDDIN.COM, LUWU –  Sampara bersama isterinya Suri dan anak-anaknya, sudah dua tahun tinggal menetap di kandang sapi milik Abdul Rahman. Keluarga kecil ini, terpaksa tinggal di kandang sapi, karena kondisi rumah panggungnya  sudah tidak layak huni.

Sampara tercatat sebagai warga di Desa Salu Paremang Selatan, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Selain kondisi eknominya yang serba kekurangan, Sampara harus menanggung beban lain. Istrinya, Suri, sudah dua tahun menderita sakit. Satu kakinya tak bisa digunakan berjalan, akibat penyakit gula.

“Lihat saja kondisi rumah kami pak, sudah tidak mungkin kami tempati. Untung ada warga yang berbaik hati, memberi kami tumpangan, meskipun hanya kandang sapi,” kata Suri, sambil meneteskan air mata, Kamis 11/2/2020.

Meskipun tercatat sebagai warga miskin, keluarga Sampara luput dari perhatian pemerintah. Bantuan beras miskin dan bantuan lainnya sudah tidak diperolehnya. ”Kalau beras habis, kami makan pisang dari kebun tetangga, sekadar pengganjal perut agar tidak kelaparan,” ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Luwu, bisa memberinya bantuan rumah layak huni, agar tidak lagi tinggal di kandang sapi.

Sementara Rahman, pemilik kandang sapi yang ditempati Sampara bersama keluarganya, mengaku prihatin dan merelakan kandang sapinya, digunakan oleh Sampara. “Hidupnya berpindah-pindah, sebelum di kandang sapi, keluarga ini tinggal di rumah kebun, sementara rumahnya yang dulu, sudah rusak dan tidak bisa ditempati lagi,” kata Rahman.

Adapun Fatmawati, Kepala Desa Salu Paremang Selatan, belum merespons, saat dikonfirmasi, terkait warganya yang tinggal di kandang sapi.

Menurut keterangan dari Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu “Heri Marandalais ” , kepada team teropong sulseljaya.com melalui pesan whatsapp yang kebetulan berkunjung ke lokasi.

Bahwa Sampara pernah mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah setempat beberapa tahun yang lalu tetapi sejak kebelakangan ini ada sekitaran dua tahun keluarga Sampara sudah tidak pernah mendapatkannya lagi, karena menurut keterangan dari istri Sampara “Suri (34 thn)” alasan pemerintah, nama mereka sudah tidak ada dalam data penerima.

Kondisi rumah kandang sapi itu tidak memiliki dinding setinggi satu meter, lantainya semen dan  bagian atasnya terbuka. Mereka tidur cuma dengan memakai kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk.

” Jangankan bantuan untuk perbaikan rumah, beras miskin pun kami sudah dua tahun tidak dapatkan  Padahal kami pernah dapat bantuan raskin beberapa tahun yang lalu,” ujar Sampara, Minggu, (09/2/2020).

Mereka mengaku bahwa dirinya sudah menjadi warga desa tersebut kurang lebih 30 tahun, sebelumnya mereka tinggal di rumah kebun warga juga setelah itu dia mendapatkan rezeki dari hasil kerjanya, Sampara  membeli rumah tersebut .

Sampara dan keluarga,  menempati rumah panggungnya selama 5 tahun , dan sekarang kondisi rumah tersebut sudah hampir roboh, sehingga mereka memiliki tinggal di kandang sapi (geogle.com)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *