Warga Uighur dan Arab di China Gelar Aksi Peduli ‘Lawan’ Virus Corona

SYAKHRUDDIN.COM, JAKARTA – Wabah virus corona atau corona virus menjadi masalah yang paling ditakutkan warga dunia. Terlebih di China yang menjadi tempat asal virus dengan nama 2019-nCoV tersebut.

Dikutip dari China Daily, seorang warga di wilayah otonomi Xinjiang Uighur yang merasa khawatir turut melakukan aksi sosial. Dia menyumbangkan 11 ekor kuda seharga 88 ribu Yuan atau 12.570 Dollar Amerika untuk dimanfaatkan melawan virus corona.

“Saya sedih dengan adanya kejadian luar biasa (outbreak) serangan corona virus di Hubei. Mereka telah banyak menolong kami, sekarang saatnya kami membantu mereka,” kata pria bernama Ba Baintolle yang seorang pemelihara (herdsman) kuda.

Ba tinggal di Desa Wenquan, wilayah perfektur otonomi Bortala Mongolian. Dia memelihara sekitar 400 kuda dan menghasilkan 150 ribu Yuan per tahun. Menurut Ba, kuda dalam budaya setempat melambangkan keberanian dan kemauan keras.

Desa ini telah menerima bantuan dari provinsi Hubei selama beberapa tahun. Desa Tongcheng yang menerima bantuan 30 ribu Yuan per tahun dari pemerintah Provinsi Hubei. Bantuan digunakan masyarakat setempat membangun infrastruktur, mengenalkan teknologi, dan mendirikan sekolah.

“Saya berharap masyarakat di Hubei bisa berani melawan virus corona. Jangan menyerah. Kami selalu bersama masyarakat Hubei meski terpisah jauh,” ujar Ba.

Selain dari warga Uighur, kepedulian juga ditunjukkan sejumlah warga Arab yang bermukim di China. Mereka tergabung dalam grup WeChat Wuhan 2019-nCoV dengan anggota 480 orang. Anggota grup ini tinggal di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, tempat pertama ditemukannya kasus virus corona.

Dikutip dari Xinhua, salah satu anggota grup tersebut adalah warga Palestina bernama Ali Wari. Dia tinggal di Wuhan dan saat ini sedang menunggu izin dari pemerintah setempat, untuk menjadi relawan yang membantu menangani virus corona.

“Saya seorang dokter dan bisa bicara dalam bahasa Arab, China, dan Inggris. Saya bisa membantu merawat pasien dan melakukan yang lain. Awalnya saya membantu menerjemahkan dan menyebarkan informasi tentang virus corona dari pemerintah. Selanjutnya makin banyak orang yanga gabung dalam grup WeChat,” ujar Wari.

Wari bekerja di Hubei Topgene Biotechnology, sebuah perusahaan yang berteknologi tinggi. Dia juga dokter bedah thoraks yang fasih berbahasa China. Selain berbagi informasi, Wari menjelaskan beberapa langkah penanganan yang diambil pemerintah Wuhan menghadapi virus corona. Tentunya Wari juga menjawab pertanyaan dari para anggota grup.

“Saya sangat percaya dengan upaya kontrol menghadapi outbreak. Tapi untuk pelajar asing yang masih muda, mereka mungkin panik meski sudah menerima bantuan dari universitas. Dalam kondisi ini, saya harus menenangkan mereka seperti kakak,” kata Wari.

Wari bergantian dengan anggota grup lain berbagi dan menjawab informasi tentang virus corona. Saat ini, sedikitnya 30 anggota grup menyatakan ingin berpartisipasi sebagai relawan penanganan virus corona.

Wari mengatakan, permohonan izin menjadi relawan telah diserahkan pada Kantor Urusan Luar Negeri Wuhan. Seorang resepsionis menerima permohonan dan mencatat pesan Wari. Resepsionis tersebut mengucapkan terima kasih atas kepedulian Wari dan anggota grup WeChatnya.

Menurut Wari sebetulnya tidak perlu berterima kasih, karena mereka cinta dan hidup di Wuhan.

Dia juga yakin pemerintah China bisa mengatasi krisis menghadapi serangan corona virus. Sebelum virus corona, Wari sempat ikut merasakan krisis di China saat menghadapi SARS tahun 2002 (detiknews)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.