Inggris Negara Pertama Tinggalkan Uni Eropa

SYAKHRUDDIN.COM,JAKARTAInggris resmi keluar dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit) mulai hari ini, Sabtu (1/2/2020). Namun, kedua belah pihak diperkirakan masih akan menghadapi berbagai kendala dalam banyak hal yang selama ini diatur sesuai standar blok tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Inggris akan resmi hengkang dari UE pada pukul 23.00 waktu setempat, atau pukul 06.00 waktu Indonesia. Inggris akan diberi waktu selama 11 bulan hingga 31 Desember untuk menyelesaikan segala kesepakatan dengan UE.

“Ini adalah saat ketika fajar menyingsing dan tirai terbuka dalam drama nasional kita. Dan kita akan menggunakan kekuatan ini, untuk kembali meraih kedaulatan dan menunaikan aspirasi para pemilih,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam rekaman video sambutan Brexit.

“Uni Eropa yang berusia 50 tahun sudah berubah arah dan tidak sejalan lagi dengan negara ini,” ujar Johnson.

Johnson dan seluruh anggota kabinet dilaporkan akan menggelar pesta menyambut Brexit di kantor perdana menteri di Downing Street 10.

Selama itu warga Inggris yang tersebar di seluruh negara anggota Uni Eropa masih dibolehkan bekerja. Kesepakatan dagang antara kedua belah pihak juga masih berlaku sampai akhir tahun.

Kendati begitu, Inggris dan Uni Eropa harus segera merundingkan kembali seluruh kesepakatan perdagangan, pertahanan dan keamanan hingga urusan telekomunikasi. Sejumlah pihak pesimis hal itu bisa diselesaikan kilat selama 11 bulan.

Yang dikhawatirkan adalah jika Uni Eropa dan Inggris tidak mencapai kesepakatan dalam segala bidang hingga masa transisi berakhir. Dikhawatirkan hal itu akan membawa dampak buruk perekonomian kedua belah pihak.

Duta Besar Inggris di Jakarta, Owen Jenkins, memaparkan keputusan negaranya untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) ,mendatangkan keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam konteks hubungan bilateral.

Menurut Jenkins, Brexit menjadikan Inggris lebih terbuka kepada dunia dan mandiri khususnya dalam menerapkan kebijakan luar negerinya, terutama dalam memperkuat relasi dengan negara lain, termasuk Indonesia, bahkan Uni Eropa sekalipun.

“Brexit menawarkan peluang yang sangat besar bagi Indonesia,” kata Jenkins dalam jumpa pers di kedutaannya beberapa jam jelang Brexit resmi berlaku, Jumat (31/1/2020).

“Keluar dari Uni Eropa menjadikan kami bisa lebih mendunia. Inggris yang mendunia berarti hubungan baru dengan Uni Eropa dan hubungan bilateral yang lebih erat dengan negara lain termasuk dengan Indonesia,” tutur Jenkins menambahkan.

Jenkins memaparkan pasca-Brexit, Inggris tidak akan terikat lagi aturan Uni Eropa dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Dengan begitu, tutur Jenkins, Inggris bisa lebih leluasa meningkatkan volume perdagangan  dengan Indonesia dari kedua arah.

“Selepas Brexit, Inggris bisa memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia, mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif dan sebagainya, akses pasar antar kedua negara juga bisa diperluas,” ucap Jenkins.

Selama ini, Jenkins memaparkan bahwa Inggris merupakan importir terbesar kayu Indonesia di antara negara Uni Eropa.

Pasca-Brexit, ia menegaskan Inggris akan tetap melanjutkan impor tersebut menurut skema FLEG-T VPA atau perjanjian antara Uni Eropa-Indonesia terkait penjualan kayu yang berkelanjutan sesuai dengan aturan di negara Eropa yang membeli.

“Inggris dan Indonesia sudah berbisnis dengan persyaratan WTO, jadi hubungan perdagangan kedua negara tetap sama (pasca Brexit). Kami telah menandatangani perjanjian yang mirip dengan perjanjian UE tentang kayu legal, untuk menjamin keberlangsungan. Dan kami telah meluncurkan, Tinjauan Perdagangan Bersama bersama, untuk mencari tahu di mana peluang masa depan kita berada,” kata Jenkins.

Jenkins menuturkan Brexit juga memberikan kesempatan bagi Inggris untuk membuka diri lagi terhadap para pendatang. Ia menuturkan baru-baru ini Inggris menerapkan kebijakan yang mengizinkan mahasiswa internasional bisa tinggal dan bekerja selama dua tahun setelah menyelesaikan studinya di negara Eropa barat itu.

Setelah tertunda selama empat kali, Inggris akhirnya resmi keluar dari Uni Eropa pada hari ini, Jumat (31/1/2020), sekitar pukul 23.00 waktu lokal.

Jenkins menuturkan hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson, karena berhasil merealisasikan keinginan rakyat Inggris dalam referendum Brexit pada 2016 lalu.

Parlemen Eropa menyetujui perjanjian pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa (Brexit) pada 31 Januari mendatang. Namun, mereka mengingatkan supaya negara itu tidak terlalu banyak menuntut, terkait perundingan urusan ekonomi dengan alasan untuk menjaga hubungan baik di masa mendatang.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (30/1), keputusan itu diambil melalui pemungutan suara. Dari hasil voting, 621 anggota Parlemen Eropa menyetujui kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri Boris Johnson. Sedangkan 49 orang lainnya menolak.

Akan tetapi hal ini belum menjamin perundingan perdagangan antara Uni Eropa dan Inggris akan berjalan lancar. Jika hal itu terjadi maka dikhawatirkan akan terjadi kekacauan ekonomi di Eropa dalam masa transisi pada akhir 2020 mendatang.

“Kami akan tetap menyayangi kalian dan kalian tidak akan berjauhan,” kata Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen.

Inggris menjadi negara pertama yang akan meninggalkan persekutuan tersebut setelah 47 tahun bergabung. Mereka akan lepas dari Uni Eropa pada Jumat (31/1/2020) pukul 23.00 waktu setempat.

Kini Inggris punya waktu 11 bulan untuk melakukan negosiasi perdagangan dengan UE. Hal ini dianggap para pengamat sebagai upaya yang ambisius dengan perumpamaan perundingan dagang antara dua negara saja bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Selama masa transisi, Inggris dan negara-negara Uni Eropa lain akan tetap menerapkan aturan bisnis yang sama untuk mencoba negosiasi kesepakatan perdagangan yang lebih luas.

Uni Eropa telah memperingatkan akan mustahil untuk menyepakati perjanjian perdagangan bebas yang komprehensif dalam waktu itu, dan London memiliki opsi untuk memperpanjang transisi satu atau dua tahun.

Meski begitu, Boris Johnson menegaskan tidak akan ada perpanjangan. Hal itu meningkatkan spekulasi bahwa ia harus menerima kesepakatan perdagangan yang kurang ambisius (ccnjakarta)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.