Polisi Menggelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Asmaul Husna yang Tewas Ditangan Kekasihnya

SYAKHRUDDIN.COM,MAKASSAR –  Polisi menggelar rekonstruksi kasus Asmaul Husna (21 thn), mahasiswi UIN Alauddin, Makassar, yang dibunuh kekasihnya, Andi Ridhayatul Khaer (21 thn). Polisi menyebut tak ada fakta baru dalam rekonstruksi.

Namun tante korban, Mardini (41 thn), mengatakan Asmaul Husna pernah curhat kepada dua orang seniornya soal dirinya diperkosa oleh tersangka Andi Ridhayatul Khaer meski hubungan keduanya sebagai kekasih.

Mardini mengindikasikan hubungan yang menyebabkan korban hamil tidak didasari suka sama suka, sebagaimana dikutip dari Detik.Com, Selasa (21/1/2020).

Mardini mengatakan, curhat korban kepada seniornya, dugaan pemerkosaan itu terjadi setelah tersangka Ridhayatul meminta korban datang ke rumah tersangka, hingga terjadi pemerkosaan.

Kejadian tersebut disebut Mardini kemudian diceritakan korban kepada seniornya lewat pesan WhatsApp pada 27 Agustus 2019.

Kronologis peristiwanya membuat geger Kampus hijau UIN Alauddin berawal ketika Asmaul Husna (21 thn), sempat bertengkar dengan kekasihnya Ridhoyatul Khaer (21 thn) alias Ridwan soal kehamilan pacarnya sebelum tewas dibunuh.

Lokasi peristiwanya  di Kompleks Perumahan Citra Elok Jalan Tamangapa, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu 14/12/2019.

Husna yang berasal dari Soppeng disebut mendesak agar kehamilannya itu segera diberitahukan ke orang tua kekasihnya.

“Awalnya saya bicarakan baik-baik dulu. (Saya tanyakan) sudah berapa bulan kehamilannya. Sudah itu dia bilang empat bulan. (Saya katakan) pulang saya baru tanya ke orang tua. Tapi dia mau, tanya sekarang,” ujar Ridwan, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Ridwan, Husna tetap mengancam akan memberitahukan kehamilannya itu. Ridwan mengaku juga sempat mengancam akan membunuh Husna.

“Dia masuk ke kamar ambil HP-nya baru menelepon. Terus saya ambil HP-nya. (Saya tanya dia) kalau kau tanya sekarang, ada dua kemungkinan, kalau bukan saya mati, kau yang mati,” ungkap Ridwan.

Menurut Ridwan, Husna tak gentar dengan ancamannya. Saat itulah pembunuhan terjadi.

“Dia bilang kalau begitu, ‘bunuh saja saya’. (Saat itu) dia tetap baring, langsung saya tutup pakai bantal,” ujarnya.

“Sudah itu 15 menit saya lihat masih goyang, saya ambil pisau di dapur, saya tidak tusuk,tapi saya tekan lalu saya tarik di leher sebelah kiri pakai tangan sebelah kanan saya,” imbuh dia.

Polisi menangkap Ridwan, pria yang menghilangkan nyawa mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna (21 thn). Pelaku yang merupakan kekasih korban sendiri menghabisi nyawa korban dengan bantal dan pisau dapur.

“Pada saat dia melakukan, dia diduga pelaku menutup wajah korban dengan bantal selama kurang-lebih 15 menit,” ujar Kanit Reskrim Polrestabes Makassar, Iptu Syamsuddin di Mapolsek Menggala, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Syamsuddin, pelaku menghabisi nyawa korban pada Jumat (13/12/2019) sekitar 15.30 Wita, dengan bantal dan pisau dapur. Soal apa motifnya, hingga saat ini polisi masih mendalami.

Sebelumnya, jenazah Asmaul Husna (21 thn) ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita siang tadi di kamarnya, Kelurahan Tamangapa, Makassar, atau sekitar 3 kilometer dari kampus UIN Alauddin Makassar. Mayat korban ditemukan oleh sepupunya.

Untuk memperkuat dalil penuntutan terhadap pelaku, maka Polisi melakukan rekonstruksi yang mendapat perhatian dari masyarakat setempat (berbagai sumber)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.