Kisah Ustaz AQ yang Berbuat Tak Senonoh Kepada Santriwatinya

SYAKHRUDDIN.COM – SURABAYA, Kasus pencabulan terus saja terjadi. Kali ini dilakukan seorang ustaz terhadap santriwatinya di Bondowoso.

Hasil visum dokter menerangkan, terjadi kerusakan pada bagian vital tiga korban di bawah umur tersebut.

Kasak-kusuk tentang perilaku Ustaz AQ (33 thn) sudah diketahui para santriwati. Warga yang tinggal di Kecamatan Wonosari itu diketahui kerap berbuat tak senonoh terhadap para santriwatinya.

Berkembangnya isu tersebut mendorong beberapa santriwati yang belajar kepada sang ustaz mengadu kepada orang tuanya. Mereka mengaku telah menjadi korban pencabulan sang ustaz.

Atas pengakuan tersebut, beberapa orang wali lantas melaporkan sang ustaz kepada polisi. Dari keterangan anak yang rata-rata di bawah 15 tahun itu, perbuatan bejat tersebut biasanya dilakukan saat proses belajar-mengajar berlangsung di madrasah, yakni saat ada waktu luang atau suasana sedang sepi.


“Kebanyakan sang ustaz memaksa para santriwati melakukan aksi tak senonoh. Diduga korban lebih dari satu,” kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal, sebagaimana diungkapkan kepada detikcom di kantornya, Senin (20/1/2020).

Sebab, jelas dia, ada kemungkinan masih ada santriwati lain yang menjadi korban. Namun mereka enggan atau malu untuk melapor.

Ustaz AQ (33 thn) ternyata tidak hanya sebagai guru mengaji. Ia juga tercatat sebagai perangkat desa aktif, yakni sebagai Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) atau modin desa setempat.

Modin bertugas mendata dan melayani warga ketika akan melangsungkan pernikahan.

“Betul. Yang bersangkutan memang perangkat desa di Kecamatan Wonosari,” kata Camat Wonosari Halili saat dikonfirmasi dikantornya.

Polisi akan terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab, mungkin masih banyak santriwati lain yang juga menjadi korban. Hanya, mereka merasa enggan atau malu untuk melapor (detik/jkt)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.