Ricuh Stadion Mattoanging, Polisi Tangkap Pembawa Bom Molotov

SYAKHRUDDIN.COM,MAKASSAR -Stadion Andi Mattalatta adalah sebuah stadion di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Stadion ini lebih sering dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan merupakan kandang dari tim kebangaan rakyat Makassar PSM Makassar.

Stadion ini memiliki kapasitas untuk 15.000 orang beralamat di Jalan Mappanyuki No.17 Kelurahan Mario, Kecamatan  Mariso Kota Makassar Sulawesi Selatan 90125

Penertiban Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, Sulsel, diwarnai kericuhan. Polisi menangkap seorang pria yang membawa bom molotov.

“Atas nama Muhammad Irfan (33 thn) alamat Nusa Indah Mariso. Barang bukti empat botol minuman energi yang sudah dipasangi sumbu berisi cairan bahan bakar diduga Pertalite,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko di lokasi kejadian, Rabu (15/1/2020).

“Satu kita amankan karena membawa bom molotov ketika pengamanan eksekusi. satu dilempar, satu tameng rusak. Tidak ada korban,” imbuhnya. Pantauan di lapangan, situasi keamanan di Stadion Mattoanging telah kondusif. Pihak Satpol PP dan kepolisian telah meninggalkan lokasi.

Sementara itu, pihak pendukung dari Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) masih terlihat bertahan di dalam gedung kantor. Sebelumnya, Penertiban Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, ricuh. Massa yang berjaga dari kawasan Mattoanging menyerang Satpol PP dengan lemparan batu hingga tembakan busur.

Satpol PP bersama kepolisian awalnya mencoba mempersuasi massa bertopeng yang berada di balik pagar. Satpol PP meminta massa membuka pagar yang digembok.

Namun massa menolak membuka pagar. Massa berdalih kunci gembok pagar dipegang orang lain. “Tidak bisa, Pak, orang lain yang pegang, bukan kita,” jawab salah seorang massa.Tiba-tiba lemparan batu dari arah massa YOSS mengarah ke Satpol PP. Mulai dari sana, kericuhan pun pecah.

Setelah kericuhan redah, kuasa hukum Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) dengan kuasa hukum Pemprov tampak berdebat di pagar yang masih terkunci rapat.

“Tentang legalitas kepemilikan sedang kami daftarkan ke Pengadilan Negeri Makassar. Oleh karena itu kepada bapak-bapak seluruh masyarakat yang hadir agar kiranya kita jadikan hukum itu sebagai Panglima,” kata kuasa hukum YOSS dari balik pagar.

Dia menyarankan agar Pemprov Sulsel menunggu putusan pengadilan bersifat tetap atau inkrah untuk mengeksekusi lahan. Menurutnya, hal ini tak bisa dieksekusi karena perkara masih bergulir di pengadilan.


“Andaikata keputusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap, kemudian pihak YOSS dinyatakan kalah, maka tidak perlu bapak-bapak mengeluarkan anggaran besar turun di tempat ini. Kenapa, karena kami sebagai salah satu tim hukum dari YOSS sangat menghargai proses hukum,” tuturnya.

Penjelasan dari kuasa hukum YOSS tersebut langsung ditimpali oleh kuasa hukum Pemprov Sulsel Muli. Dia menegaskan bahwa proses di pengadilan tidak menghalangi langkah Pemprov untuk menertibkan Mattoanging.

“Itu tidak menghalangi, saya yang hadir di sidangnya, Bapak tidak pernah hadir di sidang,” teriak Muli dari luar pagar.Dia lalu membacakan pasal yang menjadi dasar Pemprov melakukan penertiban.

“Pasal 67 ayat 1, gugatan tidak menunda dan menghalangi putusan badan atau pejabat atau usaha negara, serta tindakan badan atau usaha negara, di gugatan Bapak tidak ada itu. Bapak pernah baca gugatan Bapak?” ucap Muli.


Guna menghindari korban berjatuhan, Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mempertemukan Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilham Matalatta dan Kasatpol PP Pemprov Sulsel Mujiono bersama Kadispora Sulsel Arwin, di depan GOR Andi Matalatta.

Kapolrestabes meminta kedua pihak menahan diri, agar tidak persoalan baru dalam proses penertiban kawasan Mattoanging.

“Nanti kedua pihak bicarakan baik-baik, kita siapkan tempatnya di Polres, dimohon kepada perwakilan Pemprov dan pengurus YOSS bersama kuasa hukumnya, tidak perlu bawa massa,” pungkas Yudhiawan (berbagai sumber)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.