Gerindra umumkan cawagub DKI Jakarta Januari mendatang

SYAKHRUDDIN.COM,JAKARTA- Ketua DPP Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mendesak pemerintah pusat menentukan nasib Jakarta setelah ada rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Taufik menuturkan pemerintah harus mencabut ketentuan yang mengatur Jakarta sebagai ibu kota negara. Ketentuan itu telah diatur dalam UU tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI.

“Ketika mau dibangun ibu kota baru harus ada payung hukum mencabut Jakarta sebagai ibu kota. Terus apa? Apakah Jakarta sebagai provinsi biasa?” ujar Taufik saat ditemui di Wisma Garuda, Cipayung, Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Wakil Ketua DPRD DKI ini mengaku tak mempersoalkan pemindahan ibu kota. Namun, menurutnya, nasib Jakarta harus segera ditentukan agar tak terjadi kekosongan peraturan.


Jika tak lagi menjadi daerah khusus ibu kota, kata Taufik, pemerintah pusat harus mengatur struktur pemerintahan di Jakarta. Merujuk pada UU Pemerintah Daerah, Jakarta harus memiliki struktur kabupaten/kota.

“Kalau merujuk UU Pemda berarti sama dengan Jabar, Jateng Jatim. Terus kabupaten/kotanya gimana? Ini yang harus diatur. Jangan sampai terjadi kevakuman aturan,” katanya.

Sebelumnya, rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur disebut harus mengubah sejumlah aturan. DPR pernah menyampaikan ada enam UU yang harus diajukan oleh pemerintah yang terdiri dari empat revisi UU dan dua rancangan UU.

Salah satu UU yang perlu direvisi agar ibu kota bisa dipindahkan yakni UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menyatakan, satu nama calon wakil gubernur DKI dari Gerindra bakal diumumkan awal Januari 2020.

Sebelumnya, ada empat nama cawagub yang diajukan Gerindra yakni Arnes Lukman, Ferry J. Juliantono, Ahmad Riza Patria, dan Sekda DKI Saefullah.

“Insyaallah awal Januari sudah ada. Ya empat-empatnya bagus tapi kan cuma satu bolehnya, dari empat itu kita godok,” ujar Taufik saat ditemui di Wisma Garuda, Cipayung, Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Taufik menuturkan, Gerindra sebelumnya telah menjalin kesepakatan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung masing-masing satu nama cawagub. Ia berharap cawagub yang terpilih nantinya berasal dari Gerindra.

Yang jelas sudah ada kesepakatan PKS satu, Gerindra satu. Berdoa aja wakilnya dari Gerindra. Siapanya nantilah awal Januari,” katanya.

Cawagub yang diajukan Gerindra sebelumnya disebut telah berpengalaman di bidang parlemen hingga pemerintahan.

Kursi wagub DKI diketahui masih kosong usai Sandiaga Uno memutuskan mundur dari posisi tersebut pada Agustus 2018. Sandi melepaskan jabatan wagub DKI untuk maju Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto (berbagai sumber)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.