Tragedi maut Bus Sriwijaya Ekspress di Liku Lematang Indah Sumatera Selatan

SYAKHRUDDIN.COM,PALEMBANG -Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan bus Sriwijaya Ekspress di Liku Lematang Indah, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Sejauh ini, penyebab kecelakaan yang mengakibatkan 35 orang tewas itu juga belum diketahui karena kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang sulit.

Kepolisaian menyebut jumlah penumpang yang masih simpang siur menyebabkan pencarian masih terus dilakukan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan, kepolisian belum bisa memastikan jumlah keseluruhan penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut. Karena berdasarkan manifest bus, hanya 27 orang penumpang yang terdaftar.

“Dari manifest di busnya hanya 27 orang. Sedangkan sekarang sudah ditemukan 48 korban termasuk yang meninggal dan selamat. Karena keterangan korban selamat, ada penumpang yang naik di perjalanan. Jumlahnya berapa belum bisa dipastikan,” ujar Supriadi, Kamis (26/12/2019).

Karena itu, tim SAR gabungan memutuskan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian karena dikhawatirkan masih ada korban yang belum ditemukan.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat yang merasa keluarganya bagian dari penumpang bus Sriwijaya Ekspress untuk segera melapor.

“Kemarin ada yang melapor tujuh orang, semuanya sudah ditemukan dan cocok dengan identifikasi. Kita masih buka posko dan lakukan evakuasi hingga maksimal 7 hari setelah kejadian sesuai aturan, namun kita lihat situasinya juga,” ujar dia.

Penyebab terjadinya kecelakaan pun belum diketahui. Kendalanya, alat traffic accident analysis (TAA) milik kepolisian tidak bisa digunakan karena kondisi lokasi kejadian yang sulit (berbagai sumber)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.