Geger di Buton Utara, Wakil Bupati cabuli anak di bawah umur

SYAKHRUDDIN.COM,  MUNA – Wakil Bupati Buton Utara, Ramadio, membuat heboh masyarakat Sulawesi Tenggara. Dia menjadi tersangka setelah diduga mencabuli anak di bawah umur pada Juni 2019. Gadis yang menjadi korban diketahui masih berusia 15 tahun.

Diduga, korban disetubuhi pelaku sebanyak 2 kali, di Kelurahan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Aksi ini, awalnya tak diketahui kedua orangtua korban.

Perbuatan bejat tersangka, terungkap ketika korban memberanikan diri bercerita kepada kedua orangtuanya. Keduanya lalu melaporkan Ramadio ke Polsek Bonegunu pada September 2019.

Kapolsek Bonegunu AKP Sunarton, membenarkan dugaan pencabulan Wakil Bupati Buton Utara. Namun, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melimpahkan kasus ke Polres Muna.

“Kami langsung serahkan ke Polres Muna yang bisa lebih baik menangani kasus ini. Sebab, ini melibatkan wakil Bupati,” ujar Sunarton.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho saat dikonfirmasi Senin (23/12/2019) menyatakan, kasus terungkap ketika korban bercerita kepada kedua orangtuanya.

Dalam laporan resmi ke kepolisian, orangtua korban berinisial E (51 thn) yang melapor ke Polres Muna, menyatakan awal kejadian sekitar Juni 2019, pukul 18.00 Wita. Korban sehabis mandi, diajak TB ke rumahnya.

TB belakangan diketahui merupakan kerabat korban. Menurut ayah korban yang sudah melapor di Polsek Bonegunu, TB saat itu membisiki korban jika ada seseorang yang menyukai dirinya.

Selanjutnya, TB menyuruh korban masuk ke dalam kamarnya. Korban disuruh melepas pakaian hingga hanya tersisa baju saja.

“Lalu TB menyuruh anak saya untuk memakai sarung dan berkata kepada anak saya ‘ko layani Pak Wakil, tidak sakit itu, tidak lama, tidak cukup lima menit’,” ujar E bersaksi di depan polisi.

Saat itu, korban diiming-imingi uang Rp2 juta jika melayani orang yang akan ditemuinya.

Beberapa saat kemudian, tersangka Ramadio menuju ke dalam kamar yang sudah ditempati korban. Tak lama kemudian, terjadilah pencabulan.

Tersangka Ramadio lalu memberikan uang sebesar Rp2 juta. Namun, uang itu diambil TB.

“Tiga hari setelahnya, pelaku datang ke rumah saya dan mengajak anak saya pergi mencuci baju di rumahnya, ternyata terjadi lagi perbuatan itu,” beber orangtua korban.

Setelah kejadian kedua kalinya, tersangka yang diketahui berstatus Wabup Buton Utara, memberikan uang Rp500 ribu kepada korban. Namun, oleh TB diambil lagi Rp200 ribu.


Kepolisian Resor Muna, Sulawesi Tenggara, telah menetapkan Wakil Bupati Buton Utara, Ramadio sebagai tersangka pelaku pencabulan anak.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara terhadap seorang pelaku mucikari dengan inisial T alias L.

“Kita menyatakan secara aklamasi dari gelar perkara, untuk oknum pejabat (Wakil Bupati Buton Utara) itu kita tingkatkan menjadi tersangka dengan pengiriman SPDP tanggal 17/12/2019,” kata Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, Senin (23/12/2019). 

Wakil Bupati Buton Utara diduga mencabuli seorang anak yang masih berusia 15 tahun sebanyak dua kali pada Juni 2019.

Korban kemudian mengadukan kepada orangtuanya. Mereka kemudian melapor ke Polsek Bonegunu pada September 2019. 

Kasus tersebut kemudian diserahkan ke Polres Muna, dan dilakukan penyelidikan.  Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap seorang mucikari yang juga masih keluarga korban berinisial L alias T. 

Mucikari tersebut diduga menjual korban kepada Wakil Bupati Buton Utara Rp 2 juta.  “Setelah dikirimkan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) di JPU Raha bahwa telah diterimanya suatu penyidikan seorang mucikari.

Dari JPU dipelajari, ada poin-poin yang harus dipenuhi penyidik,” ujar Debby.  Polres Muna kembali melakukan gelar perkara dan hasil gelar perkara ditetapkan Wakil Bupati Buton Utara sebagai tersangka. 

 “Untuk pemanggilan tersangka, kita harus penuhi dulu SOP mengenai bersurat dan bersurat itu penyidik Polres harus ke Polda untuk perizinan,” ucapnya. 

 “Tahap selanjutnya untuk pengiriman SPDP sudah kita sampaikan, berarti kita punya tanggung jawab untuk memenuhi atau melengkapi apa yang menjadi petunjuk JPU,” kata Debby (berbagai sumber)


syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.