Merendam honor K-2 di saluran yang airnya kotor, Lurah Jelambar diperiksa

SYAKHRUDDIN.COM,JAKARTA -Video pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI Jakarta yang sedang berendam di saluran air yang airnya kotor viral di media sosial terkait syarat perpanjangan masa kontak kerja. Peristiwa ini disesalkan.

Dilihat  Sabtu (14/12/12), di video tampak ada lebih dari 30 pria dan wanita berendam dalam sebuah saluran air, berbaris dalam dua banjar. Air tersebut tampak berwarna kehitaman.

Orang-orang di dalam saluran air ini saling memijat bahu, bergantian baik pria maupun wanita. Mereka tampak diawasi oleh sejumlah orang yang mengenakan pakaian dinas PNS/ASN.

Ketika dimintai konfirmasi,  Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih membenarkan, adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi belum lama ini di wilayah Jelambar, Jakarta Barat.

“Itu benar terjadi di Kelurahan Jelambar Jakarta Barat. Itu kejadiannya kurang lebih kemarin, Senin kalau nggak salah, antara Senin-Selasa, karena pejabatnya pakai baju dinas itu,” kata Nur saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (14/12/2019).

Nur mengaku heran kenapa para pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI ini sampai harus disuruh berendam di got yang airnya kotor.

Padahal, menurutnya, aturan baru, yakni Surat Edaran (SE) Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP), saat perpanjangan kontrak tidak ada lagi tes lapangan/tes fisik.

“Tes di situ nggak semuanya bekerja di lapangan, ada yang staf administrasi, semuanya disamaratakan (masuk got),” ujarnya.

Menurutnya, dalam peristiwa itu, memang ada yang berprofesi sebagai petugas PPSU, namun ada juga yang tidak.

Lurah Jelambar Agung Tri Atmojo saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya peristiwa ini yang menurutnya berlangsung pada Selasa (10/12) lalu. Dia mengaku sudah diperiksa atas kasus ini.

“Kalau pemeriksaan sudah diperiksa kita semua, mulai dari lurah kemudian panitia. Begitu kejadian, begitu viral, kemudian mereka tim dari tingkat kota dan provinsi langsung turun,” ujar Agung lewat telepon.

Dia sekarang sedang menanti apa sanksi yang bakal dia terima terkait kejadian tersebut.

Agung sendiri mengatakan dia tidak ada di lokasi saat peristiwa itu berlangsung. Dia mengetahui peristiwa itu lewat video yang dikirimkan kepadanya hingga akhirnya mendapat teguran.

“Kaget iya, karena kan saya nggak pernah memerintahkan gitu, justru saya melarang hal-hal seperti itu saya sudah larang,” ujarnya.

Sebentar itu, salah satu guru honorer di DKI Jakarta, Sugianti, menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dengan nilai Rp 5 miliar gara-gara tak kunjung diangkat menjadi PNS meski dinyatakan telah lolos.

Pemprov DKI menyatakan siap menghadapi gugatan itu.
“Selalu siap, itu memang tugas Biro Hukum,” kata Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah, Selasa (29/10/2019) malam.

Dia mengatakan saat ini belum membaca secara detail gugatan tersebut. Yayan mengatakan bakal berkoordinasi dengan pihak yang terkait dengan gugatan itu mulai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Nanti kepegawaian kita koordinasi dengan BKD dan BKN,” ucapnya.

Sebelumnya, Sugianti mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan telah diterima dengan nomor registrasi 1916/SK/PENGA/Inadt/2019/PNJaktim.

Pihak-pihak yang digugat adalah Gubernur DKI Anies Baswedan, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Kadisdik DKI Jakarta, dan Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara Jakarta.

Pengacara Sugianti, Pitra Romadoni, mengatakan gugatan sebesar Rp 5 miliar dihitung berdasarkan kerugian materi yang diderita Sugianti selama belum diangkat menjadi PNS sejak dinyatakan lolos seleksi calon PNS pada 2014.

Pitra meminta para pihak tergugat lekas mengangkat kliennya menjadi PNS. Jika hal itu dilakukan, pihaknya bersedia mencabut gugatan (berbagai sumber)

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.