Wacana, PNS libur di hari Jumat

SYAKHRUDDIN.COM,JAKARTA- Pegawai negeri sipil (PNS) akan segera dapat tambahan libur dalam seminggu. Pasalnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tengah mengkaji skema jam kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Nantinya mereka dimungkinkan mendapatkan tambahan libur, selain Sabtu dan Minggu. Kabarnya, tambahan libur bakal diberikan di hari Jumat.

Konsep ini disebut oleh compressed work. Komisioner KASN Waluyo Martowiyoto di mana jumlah hari kerja perminggu dikurangi dan jumlah jam kerja perhari otomatis akan menjadi lebih panjang.

“Sehingga mungkin setiap hari Jumat ganjil atau genap bisa libur, gitu kan. Ini yang mengenai compressed work-nya,” kata Waluyo ada kegiatan Kickoff Meeting Pilot Project Manajemen Kinerja PNS di KemenPAN-RB, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Waluyo menjelaskan, tambahan libur ini dimungkinkan tanpa harus mengurangi jam kerja. Jadi jam kerja tiap harinya diperpanjang sehingga ada ruang untuk menambah libur.

“Berarti kalau dua minggu harusnya 10 hari kerja 80 jam. Itu bisa kita ubah nantinya adalah 9 hari kerja 80 jam, 80 jamnya tetap, tapi 9 hari kerja sekitar dua minggu,” kata Waluyo.

Terkait hal tersebut, dia menjelaskan bahwa sedang disiapkan konsep Flexible Working Arrangement (FWA). PNS dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tempat, waktu dan cara kerja yang fleksibel.

Namun ada pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum konsep tersebut diimplementasikan, yaitu dengan melihat kinerja para PNS saat ini.

“Flexible Working Arrangement ini sebetulnya kita siapkan ini bagian dari flexy time, kemudian flexy working space.

Ini yang nantinya sebetulnya kita harap bersama. Tapi flexible working ini tidak akan bisa bekerja sebelum pelaksanaan manajemen kinerja itu berjalan dengan efektif,” ujar Waluyo.

Pegawai negeri sipil (PNS) berpeluang mendapat tambahan libur di luar Sabtu dan Minggu. Namun pada proyek percontohan (pilot project) yang akan dilaksanakan, hanya 20% PNS dengan kinerja paling baik yang bisa mendapatkan itu.

Terlepas dari konteks setuju atau tidak dengan kebijakan tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai dengan kondisi Indonesia saat ini seharusnya PNS fokus bekerja.

“Ya kerja lah masa libur. PNS di mana-mana ya kerja, kecuali negara maju yang sudah tatanan kehidupannya sudah baik boleh. Kalau masih gini ya kerja lah,” kata dia saat dihubungi  Selasa (3/12/2019).

Namun dirinya tak mau menyimpulkan terlalu dini soal rencana kebijakan tersebut. Dirinya perlu mempelajari konsep kerjanya secara detail. “Saya belum baca detailnya seperti apa, oke. Jadi saya tidak bisa mengatakan itu betul apa tidak karena saya konsepnya belum tahu,” jelasnya.

Rencana tersebut disampaikan oleh Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo Martowiyoto terkait konsep Flexible Working Arrangement (FWA) atau pengaturan kerja yang fleksibel (berbagai sumber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *