Puting beliung terjang Soppeng, 23 Rumah rusak, satu rata dengan tanah

Puting beliung menerjang dua desa di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Puluhan rumah rusak.

Pantauan di lokasi, atap-atap rumah beterbangan, Senin (25/11/2019). Tiang penyangga pun patah. Kabel listrik tampak putus akibat terjangan puting beliung.

Dilaporkan terdapat 23 rumah di Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri rusak berat. Satu rumah rata dengan tanah.

“Di sini ada 23 rumah rusak berat. Tidak ada korban jiwa. Para korban sudah mengungsi di rumah kerabatnya, sebagian masih bertahan,” ujar Kepala Desa Labokong, Andi Mattalatta.

Polisi sudah mengerahkan personel untuk membantu mengamankan area terdampak bencana.

“Kami berusaha membantu dan mengevakuasi para korban dan mengamankan rumah yang terdampak untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolsek Donri-Donri, Iptu Marsudi di lokasi.

Sementara itu, di Kelurahan Salokoraja, Kecamatan Lalabata sebanyak 5 rumah dinyatakan rusak berat.

“Menurut saksi mata, tiba-tiba terdengar angin kencang, kejadiannya begitu cepat. Kami kaget dan langsung lari berhamburan keluar rumah, atap rumah sudah beterbangan, ini sudah mau roboh,” kata warga bernama Nurtang.

Lokasi yang menjadi sasaran angin puting beliung di pemukiman masyarakat di Dusun Alakiang, Desa Labokong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Senin (25/11/2019) sore.

Dari data yang dihimpun Tagana setempat, rumah tersebut adalah milik Mastang, Cica, La Tang, Hami, Odding, La Waji, Murni Dama, Sitti Anisa, Alimuddin, dan Nirwati.

Lalu, rumah milik Beddu Seneng, Melleng, Hasanuddin, Irfan, Martanto, Andis, Sennaini, Yusri, Solihin, Baharu, Marsuki, I Hadi dan Tajang.

“Langkah yang diambil saat ini adalah mendata semua rumah yang rusak menyiapkam konsumsi dan sebagainya. Malam ini saya jamin makanannya,” kata Kepala Desa Labokong, Andi Mattalatta.

Meski demikian, Andi Mattalatta menyebutkan tak ada tenda darurat atau pengungsian yang disediakan.

Mengingat, korban memilih mengungsi di kediaman kerabatnya masing-masing.

“Untuk saat ini kita tidak sediakan tenda karena rata-rata korban menginap di rumah keluarganya,” katanya.

Dirinya pun berharap ada bantuan dari pemerintah secepatnya. Diketahui, satu rumah warga rusak total atas nama Andis.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Soppeng yang dihubungi melalui saluran telepon menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya melibatkan Tagana bekerjasama dengan Tim BPBD Soppeng,Puskesmas setempat, Babinsa dan aparat desa masih terus melakukan pemantauan, sehingga data rumah yang diterjang angin putting beliung,  bisa saja berkembang,  tetapi yang pasti tak ada korban jiwa, tutur Danny (bs/syakhruddin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *