MenPAN-RB pangkas eselon, Posisi Lurah-Camat masih dipertimbangkan

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo¬†menjadi pemateri dalam Rakornas Forkopimda 2019. Dalam pemaparannya, Tjahjo mengatakan reformasi birokrasi, tidak hanya pada kulitnya saja, akan tetapi langsung ke ‘jantungnya’.

“Reformasi (birokrasi) jangan kulitnya, tapi langsung ke jantungnya dalam waktu secepat-cepatnya. Oleh karena itu, saya menerjemahkan untuk reformasi tidak memangkas, tapi merampingkan birokrasi,” kata Tjajo di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11/2019).

Tjahjo berujar, merampingkan jumlah pejabat di dalam kementerian/lembaga tidak mudah, hal itu juga terjadi di daerah. Dia pun mengatakan akan berhati-hati dalam memindahkan para pejabat.

Saya akan hati-hati, akan cermat karena memindahkan pejabat eselon ke pejabat fungsional, ternyata di daerah juga tidak bisa semua.

Di kementerian/lembaga juga tidak bisa semua. Kami sudah sudah mengundang seluruh sekjen dan sekretaris kementerian/lembaga rapat kemarin, ternyata masih ada beberapa hal-hal yang sulit untuk dipangkas,” ujar Tjahjo.


Tjahjo pun mengungkapkan sejumlah posisi yang membuat komposisi pejabat gemuk. Meski demikian, dia mengatakan perampingan itu tidak secara menyeluruh.

“Misalnya kepala kantor, kepala kelurahan, camat, departemen agama itu paling besar ada 3.000 satker-satker (satuan kerja) yang ada, belum lagi imigrasi, kalapas.

Maka untuk merampingkan dalam rangka mempercepat proses layanan dan perizinan, kami akan coba hati-hati, tidak totalitas, mana yang harus jadi pejabat fungsional dan mana yang tidak,” ucap Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo berbicara sejumlah instansi yang telah menjalankan reformasi birokrasi. Untuk reformasi birokrasi pemerintah daerah, Tjahjo mengatakan akan bekerja sama dengan Mendagri Tito Karnavian.

“Reformasi di kepolisian jalan, di Samsat SIM dan sebagainya, kejaksaan juga di tingkat kajari-kajari, di pengadilan juga, di TNI juga.

Nah, di tingkat pemerintah daerah ini yang nanti saya dengan Pak Mendagri (Tito Karnavian), kita coba lihat mana-mana yang dalam tempo secepat-cepatnya bagaimana arahan Pak Presiden untuk memangkas birokrasi tadi supaya jangan kepanjangan,” sebut dia.

Untuk memberikan contoh kepada instansi lainnya memulai perampingan pejabat. Tjahjo pun berujar, akan memangkas pejabat eselon IV dan III di kementeriannya sendiri.

“Saya akan mencoba mencontohkan, bulan ini nanti, kementerian saya, MenPAN-RB, eselon III dan eselon IV akan saya pangkas duluan. Mudah-mudahan nanti bisa jadi contoh yang baik,” imbuhnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo akan melakukan pemangkasan eselon. Tjahjo mengatakan lurah dan camat yang juga terancam dihapus masih dalam pertimbangan.

“(Lurah dan camat) Masih pertimbangan. Tapi secara prinsip ini bukan mangkas tapi merampingkan jalur birokrasi,” kata Tjahjo di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Tjahjo menargetkan rencana pemangkasan tersebut akan selesai dalam enam bulan. Dia menuturkan nantinya penerimaan CPNS tidak ada tenaga adminsitrasi yang menjurus pada reformasi birokrasi.

“Kami ingin paling lama 6 bulan konsep itu cepat, dengan konsep matang tinggal memasukkan saja. Termasuk penerimaan CPNS ini tidak ada tenaga administrasinya, semua sudah menjurus ke sana, bidang IT-nya,” jelas Tjahjo. (bs/syakhruddin).

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.