Kahar Mudzakkir bersama 6 tokoh ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Profesor KH Abdul Kahar Mudzakkir dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia bersama enam orang lainnya, adapun para tokoh yang berhak menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2019 yaitu ;

1. Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat
2. Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) dari Sulawesi Tenggara
3. Prof dr M Sardjito dari DI Yogyakarta
4. KH Abdul Kahar Mudzakkir dari DI Yogyakarta
5. A A Maramis dari Sulawesi Utara
6. KH Masjkur dari Jawa Timur

Penganugerahan gelar akan dilaksanakan di Istana Negara. Siapa sebenarnya sosok Kahar Mudzakkir itu?

Kahar merupakan Rektor Magnificus pertama Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas Islam Indonesia (UII). Di lembaga pendidikan tinggi ini yang bersangkutan menjabat tahun 1945-1960.

Selain berkiprah di bidang pendidikan, Kahar Mudzakkir juga tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh di Muhammadiyah.

“Pak Kahar anggota BPUPKI dan juga anggota panitia sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta, cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang juga cikal bakal Pancasila,” ujar Rektor UII, Fathul Wahid, Jumat (8/11/2019).

“Beliau (Kahar Mudzakkir) sejak datang, sejak pulang dari Kairo aktif di Muhammadiyah. Karena sebelum menjadi Rektor UII juga beliau Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta,” sambungnya.

UII, kata Fathul, sudah beberapa kali memprakarsai atau mengusulkan agar Kahar Mudzakkir ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya tahun ini usulan itu disetujui.

“Kalau yang Pak Kahar ini (pihak) UII juga pemrakarsa (yang mengusulkan agar Kahar Mudzakkir ditetapkan sebagai pahlawan nasional), didukung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,” terangnya.

Prosesi pemberian gelar Pahlawan Nasional itu berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019), pukul 13.30 WIB.


Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Jokowi.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan, mengheningkan cipta dimulai,” kata Jokowi.

Gelar tersebut diberikan Jokowi sesuai dengan Keppres Nomor 120/TK/Tahun 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar itu diterima oleh para ahli waris.

Enam nama ini merupakan hasil seleksi dari 20 nama tokoh yang diajukan. Nama-nama tersebut kemudian diajukan ke Presiden, hingga dipilih enam nama.


Acara penganugerahan gelar pahlawan dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan dr Terawan, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Hadir juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Aziz, para pimpinan DPR dan pimpinan MPR, kemudian hadir juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hingga Meutya Hatta (bs/syakhruddin)



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *