Arab Saudi terbuka bagi turis, tapi tidak di Makkah dan Madinah

Arab Saudi terbuka bagi turis, tapi tidak di Makkah dan Madinah

Arab Saudi kini terbuka bagi turis mancanegara, termasuk yang bukan Muslim. Tetapi dua kota suci, Makkah dan Madinah, hanya boleh dikunjungi umat muslim.

Arab Saudi mengejutkan dunia. Baru-baru ini, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan visa turis yang berlaku bagi 49 negara. Visa ini nantinya memudahkan kunjungan turis ke sana.

Arab Saudi pun punya website yang berisi paduan turis untuk menjelajahi negaranya. Website bernama Visit Saudi menampilkan banyak informasi mengenai destinasi, paduan transportasi umum, keterangan budaya dan lainnya.

Seperti kita tahu, Arab Saudi merupakan negara yang penting bagi umat Muslim di dunia. Di sana terdapat Makkah dan Madinah, dua kota suci.

Arab Saudi kian membuka diri untuk memajukan pariwisata dalam negeri. Yang terbaru, Arab Saudi izinkan turis yang bukan muhrim, atau belum menikah, menginap dalam satu kamar.

Belum lama ini, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penerbitan visa turis untuk 49 negara. Hal itu guna mendorong sektor pariwisata, serta sebagai bukti untuk melepas ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak.

Arab Saudi untuk pertama kalinya akan menawarkan visa turis ke berbagai negara. Pengumuman visa turis tersebut dijadwalkan pada hari Jumat waktu setempat.

Hal ini dilakukan guna mendorong sektor pariwisata sebagai pilar ekonominya.

“Untuk pertama kalinya kami membuka petualangan, warisan, dan sejarah bagi orang-orang yang akan mengunjungi Arab Saudi sebagai turis,” kata Ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi Ahmad Al-Khateeb, Jumat (27/9/2019)

Kerajaan Arab bermaksud untuk meningkatkan kontribusi ekonomi pariwisata dari 3% saat ini menjadi 10% dari PDB pada tahun 2030.

Selain itu Arab Saudi menargetkan kunjungan internasional dan domestik menjadi 100 juta per tahun pada waktu yang sama. Ke depannya, sektor pariwisata diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kerjaan tersebut.

“Kami tahu berapa banyak kursi pesawat yang perlu kami tambahkan, berapa banyak mobil, penyewaan mobil dan lainnya.

Kami mempelajari seluruh ekosistem, kami mengisi kesenjangan dengan apa yang akan disediakan oleh pemerintah dan apa yang disediakan oleh sektor swasta.

Sebut saja, resor terbaik, hotel, mendirikan perusahaan penyewaan mobil, bandara lebih besar, pusat pelatihan, banyak hal. Untuk industri ini akan menambah banyak perekonomian kita,” jelas Ahmad.

Hingga saat ini, pasar pariwisata asing Arab Saudi bergantung hampir secara eksklusif pada jamaah haji yang datang ke negara itu untuk haji. Pemerintah memperkirakan angka-angka itu akan naik perlahan mencapai 30 juta hingga tahun 2030.

Namun, bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh pihak Arab Saudi untuk menarik wisatawan ke negaranya. Yang terbaru, pihak Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru yang membolehkan turis non-muhrim, atau yang belum menikah, untuk menginap dalam satu kamar.

Kebijakan baru itu pun dikeluarkan oleh komisi Pariwisata dan Kebudayaan Nasional Arab Saudi pada hari Minggu kemarin (6/10/2019).

“Semua warga negara Arab Saudi diminta untuk menunjukkan kartu identitas atau bukti pernikahan ketika menginap di hotel. Ini tidak diperlukan bagi wisatawan asing,” tulis Komisi Pariwisata dan Peninggalan Sejarah Saudi dalam keterangan tertulis.

Kebijakan baru itu pun mengubah aturan lama, di mana dahulu turis asing harus dapat menyediakan bukti berupa surat nikah untuk dapat tidur sekamar.

Fakta menarik lainnya, tak hanya turis asing yang mendapat kemudahan baru tersebut. Kini kaum wanita Arab Saudi juga diperbolehkan untuk menyewa kamar hotel sendirian.

Padahal, sebelumnya wanita harus didampingi oleh pria dewasa untuk dapat menyewa kamar hotel.

“Semua perempuan, termasuk perempuan Saudi, bisa menyewa dan tinggal di hotel sendirian, dengan hanya menunjukkan kartu identitas ketika akan menginap,” bunyi lanjutan kebijakan tersebut.

Meski begitu, pasangan Arab Saudi masih tetap harus menunjukkan bukti surat nikah yang menyatakan mereka pasangan sah apabila ingin menginap sekamar.

Regulasi baru tersebut juga memberi kemudahan lain bagi turis wanita, bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan untuk menutup auratnya. Namun, sedianya tetap diharapkan berpakaian dengan pantas. Sedangkan untuk alkohol masih tetap tak dibolehkan.

Kebijakan itu pun senada dengan keputusan pihak Arab Saudi yang mengubah skema visa turis, dimana kini turis dari 49 negara yang ditunjuk (Indonesia belum) diperbolehkan berkunjung tanpa visa selama 90 hari berturut-turut ke Arab Saudi untuk tujuan wisata (bs/syakhruddin).

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.