Ular Tangkaluk tewas terpanggang di Kalimantan

Kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan, sudah cukup parah, jangankan untuk bernapas,  melihat aja susah karena jarak pandang sangat terbatas, dan kondisi kabut asap ini semakin hari semakin buruk, jika di biarkan lama-lama, rakyat di Kalimantan mungkin akan mati gara-gara menghirup asap setiap harinya.

Bukan hanya manusia yang jadi korban, hewan yang habitatnya di hutan, juga jadi korban akibat kebakaran lahan dan hutan ini.

Nah baru baru ini, ada foto viral sebuah ular aneh, di pedalaman Kalimantan tewas terpanggang,  akibat tempat tinggalnya terbakar.

Seekor ular raksasa beredar di media sosial. Ular itu disebut mati terpanggang karena kebakaran hutan di wilayah Kalimantan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur, Kalteng, Rihel, melaporkan banyak ular mati karena terpanggang di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sejumlah orang utan dievakuasi dilaporkan dievakuasi petugas BKSDA dari area kebakaran. Lalu benarkah ular raksasa yang fotonya dibagikan di media sosial ikut terpanggang?

Ketua BKSDA Kalteng, Adib Gunawan, menyebut, belum ada informasi yang masuk ke petugas soal kematian ular raksasa itu.

Namun berdasar foto yang beredar, netizen banyak menyebut bahwa itu adalah ular anaconda yang hangus akibat kebakaran hutan. Ular yang tubuhnya berukuran seperti batang kayu dari pohon besar itu kemudian diikat di bagian leher dengan tali rafia oleh warga

Foto yang beredar, ular raksasa tersebut hangus terbakar. Netizen pun banyak mengaitkannya dengan kebakaran hutan di Kalimantan. Meskipun, belum terverifikasi.

Akun Instagram, Garda Satwa Foundation menyebutkan bahwa ular yang hangus tersebut, merupakan keluarga dari ular phython. Dari berbagai literatur, disebutkan bahwa ular tersebut merupakan salah satu ular terpanjang di Indonesia.


Suku Dayak Pedalaman menyebut hewan ini sebagai “Tangkaluk” atau phython Raja. Disebutkan, ular phython raksasa tersebut juga Anaconda Indonesia.

Para ilmuwan percaya, bahwa panjang phython  bisa mencapai hingga 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara phython lebih gemuk dan hanya suka kelembapan, bukan di air.

Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan.

Sementara phython menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Diberitakan sebelumnya, terdapat penampakan foto ular phython raksasa yang hangus terbakar di hutan Kalimantan. Ular yang mirip anaconda tersebut hangus setelah terjadi kebakaran hutan di Kalimantan beberapa hari lalu.

Ular yang tubuhnya berukuran seperti batang kayu dari pohon besar itu kemudian diikat di bagian leher dengan tali rafia oleh warga.

Selain itu, tampak jelas seluruh tubuh ular yang hangus akibat kebakaran. Ular yang tubuhnya berukuran seperti batang kayu dari pohon besar itu, kemudian diikat di bagian leher dengan tali rafia oleh warga.

Selain itu, tampak jelas seluruh tubuh ular yang hangus akibat kebakaran. Sebelumnya ada pula video penampakan ular yang mati setelah terjadi kebakaran lahan di Kalimantan Tengah.

Selain dua ular besar, beberapa ular lain yang berukuran kecil juga tampak mati. Seorang warga yang merekam kejadian itu mengatakan jika ular-ular ini, kepanasan lantaran kebakaran lahan.

“Korban dari kebakaran lahan dan hutan, dua ekor ular bersama anaknya. Sebagian masih ada di dalam tanah. Masih anget-angetnya,” ucap pria tersebut.

Di masa lalu, ular piton raksasa itu memangsa hewan lain atau juga disebut karnivora.  Hewan yang jadi mangsa ular phython raksasa itu di antaranya, babi hutan, rusa, dan harimau dahan (bs/syakhruddin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *