Setetes darah untuk kemanusiaan

Setiap kali batang leher terasa tegang, itu pertanda masa donor sudah tiba. Begitulah yang terjadi pada Hari Jumat (30/8/2019).

Saat ditanya petugas PMI, jam berapa tidurnya semalam ???

“Pukul 22.00 Wita dok ???” jawabku tegas.

Silakan timbang badan, hasilnya berat 85 Kg, Tinggi 173. selanjutnya Ibu Dokter PMI itu mulai memeriksa tensi, hasilnya 140/80, bersrti saya lolos untuk donor, apalagi testing darah tidak melayang, melainkan tenggelam dan membatu, itu pertanda sehat dan layak diambil darahnya.

Petugas lalu mempersilakan mencuci kedua lengan. Karena kami tiga orang bersamaan diambil darahnya, maka ketiga kursi berisi dan saya berada di kursi nomor dua (bagian tengah)

Sekarang proses pengambilan darah, sembari ceritera-ceritera diantara para donor. setelah selesai, dipersilahka menuju ruang sebelah, untuk menikmati. susu cap beruang, tiga biji obat penambah darah dan biskuit cabin.

Seusai donor, menuju Masjid Raya Makassar, untuk melaksanakan sholat Jumat berjamaah, dengan kondisi tubuh yang fit serta merasa bahagia karena telah mendonorkan darah secara sukarela, untuk kepentingan masyarakat, sebagaimana misi PMI “Setetes darah menyelematkan nyawa orang lain”.

syakhruddin

Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Generalis) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.