Face App sedang naik daun

FaceApp viral, Instagram perbarui penonaktifan akun :Dunia maya dijagat raya kembali keranjingan dengan wajah yang tiba-tiba menjadi tua, jutaan pengguna di seluruh dunia, tampaknya menikmati “Fitur FaceApp”

Rambut menjadi abu-abu, wajah berkerut dan kulit menua, itulah yang akan dialami kebanyakan dengan bertambahnya usia. Jika biasanya banyak orang berusaha menghindari penuaan

“FaceApp” mengubah kecenderungan ini. Pengguna ramai-ramai sengaja menuakan diri. sebuah permainan yang mengasyikkan.

Aplikasi ini adalah unduhan nomor satu di toko aplikasi Android dan iOS, sebuah kesuksesan besar bagi pengembang Rusia, Wireless Lab.

“Aplikasi ini sebenarnya sudah ada selama sekitar dua tahun, tapi sekarang, seperti kebetulan FaceApp ditemukan oleh para selebriti yang turut menyulut antusiasme pengguna”.

Tidak banyak yang diketahui tentang perusahaan Wireless Lab yang berbasis di St. Petersburg, Rusia.
“Perusahaan tidak hanya mengumpulkan data pengguna, tetapi juga menyimpan gambar-gambar yang diunggah pengguna, tanpa persyaratan yang jelas”.

Para pengamat keamanan siber khawatir, Pemerintah Rusia pada akhirnya bisa mendapat semua informasi pengguna.

Yaroslav Goncharov, CEO FaceApp, membantah bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga ikut-ikutan menggunakan aplikasinya.

Tapi dia membenarkan, bahwa gambar asli dari pengguna memang diunggah dan diproses dengan menggunakan cloud. Artinya, data-data itu dikumpulkan di suatu tempat.

“Servernya tidak berada di Rusia, tetapi di Amerika Serikat, Singapura dan Irlandia, dan milik Amazon atau Google, kata Wireless Lab”.

Sebagian besar gambar dihapus dalam waktu 48 jam. Kecuali untuk pengiklan, pihak ketiga tidak menerima metadata apa pun. Ini strategi yang mirip dengan cara Google dan Facebook menangani data, paling sedikit, itulah pernyataan mereka.

Sementara itu, berdasarkan kebijakan yang ada saat ini, Instagram akan menonaktifkan sebuah akun, setelah akun tersebut membuat postingan yang melanggar kebijakan Instagram hingga mencapai sebuah batas persentase tertentu.

“Kini, kebijakan baru Instagram juga akan menghapus akun, yang melakukan sejumlah pelanggaran dalam jangka waktu tertentu,” ujar Instagram dalam keterangannya akhir pekan ini.

Sama halnya dengan bagaimana kebijakan mekanisme penonaktifan akun yang diterapkan di Facebook, pembaruan ini akan membantu Instagram untuk menegakkan kebijakan terkait penonaktifan akun secara lebih konsisten dan mendorong setiap pengguna untuk bertanggung jawab atas konten yang mereka posting di Instagram.

Selain itu, Instagram memperkenalkan proses notifikasi baru yang dapat membantu pengguna lebih sadar, apabila akun mereka berisiko dinonaktifkan

Sebagai permulaan, kesempatan banding berlaku untuk konten yang memuat pelanggaran berupa ketelanjangan dan pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba, dan terorisme.

“Namun, kami akan memperluas kesempatan banding dalam beberapa bulan ke depan. Jika sebuah postingan dihapus karena adanya kekeliruan, Instagram akan mengembalikan postingan tersebut dan menghapus catatan pelanggaran yang dilakukan dari akun tersebut,” ujar Instagram (syakhruddin/HP 081 2424 5938)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *