Mensos di sambut angngaru di Gowa

Mensos : Indonesia yang kaya akan pahlawan

harus menjadi kebanggaan bagi generasi selanjutnya

 

“Cincin emas dijari manis, sungguh enak dipandang mata, Menteri Sosial tiba Gowa, rakyat Gowa makin sejahtera,” demikian sebait ungkapan sukacita,

 

dari Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, saat menyambut Menteri Sosial RI dan rombongan, di Baruga Monumen Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin  yang digelar oleh Belanda  “Ayam Jantan dari Timur”

 

Menteri Sosial  RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, tiba di kawasan Taman Makam Pahlawan Sultan Hasanuddin, dalam rangkaian acara,  Peresmian Renovasi Makam Pahlawan Nasional (MPN) Sultan Hasanuddin, Selasa (16/7/2019).

 

Agus Gumiwang bersama rombongan tiba di kawasan makam tersebut, sekitar pukul 09.30 Wita, disambut langsung Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri, Dandim 1409 Letkol Arh Nur Subekhi, Putera Kerajaan Gowa Andi Kumala Idjo, juga beberapa pejabat lainnya.

 

Di pintu masuk disambut yel-yel dari gabungan Anggota Tagana Kabupaten Gowa, Tagana Takalar dan Tagana Kompi UIN Alauddin Makassar, Menteri Sosial menyalami satu persatu, dan berhenti saat mendengarkan “Angngaru dari seorang pemuda, disusul pengalungan bunga dan tarian selamat datang”

 

Kegembiraan yang terpancar di kalangan anak-anak Sekolah Dasar dan SMP yang hadir, serta quiz berhadiah langsung dari Menteri membuat peserta menjadi antuasias.

 

 Termasuk didalamnya pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang berhadiah laptop.

 

Agus dalam sambutannya mengatakan, dukungannya terhadap revitalisasi tersebut, harus ditingkatkan dan akan menjadi contoh bagi makam yang ada di daerah lain.

 

Menurutnya, Indonesia yang kaya akan pahlawan harus menjadi pelajaran dan kebanggaan bagi generasi selanjutnya, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan, tutur salah seorang keluarga pahlawan di lokasi peresmian monument.

“Makam di Gowa harus jadi contoh bagi makam yang ada di kabupaten lain yang harus direvitalisasi. Dengan adanya makam pahlawan di setiap daerah, diharapkan pengetahuan yang utuh dan kebanggaan, bahwa termasuk punya bagian penting dalam perjuangan merebut perjuangan kemerdekaan,” katanya.

 

Usai sambutan penerimaan, Mensos bersama rombongan mletakkan karangan  bunga di makam Sultan Hasanuddin didampingi Wakil Bupati Gowa dan Kadis Sosial Prov. Sulsel, DR H Ilham Gazaling, M.Si

 

Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal di Makassar,Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada usia 39 tahun.

 

Beliau  adalah Raja Gowa ke-15 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape

 

Sebagai nama pemberian dari Qadi Islam Kesultanan Gowa yakni Syeikh Sayyid Jalaludin bin Muhammad Bafaqih Al-Aidid, seorang mursyid tarekat Baharunnur Baalwy Sulawesi Selatan

Sekaligus guru tarekat dari Syeikh Yusuf dan Sultan Hasanuddin. Setelah naik  tahta sebagai Sultan, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja, lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja.

Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Osten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Timur. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa.

Melalui Keputusan Presiden RI, beliau diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973 dan pada hari ini,

Monumen yang menghabiskan dana Rp 4,5 milyar yang merupakan bantuan Menteri Sosial Rp 2 Milyar dan dana Sharing APBD Gowa Rp 2,5 milyar , membuat Makam Sultan Hasanuddin menjadi megah dan menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Gowa (syakhruddin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *