SERBA-SERBI

Dishub Makassar tutup saparator depan Al Abrar

Dishub tutup perlintasan depan Masjid Al Abrar  :  Warga yang bermukim di sekitar Jalan Bontoduri dan Mannuruki, tidak dapat lagi menikmati, jalur pintas, di depan Masjid Besar Al Abrar, Jalan Sultan Alauddin Makassar, terhitung Rabu (17/7/2019).

 

Kawasan perlintasan yang menjadi sumber kemacetan, kembali di tutup  Dinas Perhubungan Kota Makassar, setelah terjadi kecelakaan lalu lintas kemarin, insiden mobil X-trail yang melabrak saparator, sehingga membuat patah as dan memacetkan jalan selama dua jam, memaksa Dishub mengambil tindakan tegas, dengan memasang beton yang diangkut dengan truk crane.

Dengan penutupan perlintasan ini, warga yang bermukin di sekitar Jalan Bontoduri Raya dan Kelurahan Mannuruki, tidak bisa lagi  melintas di depan Masjid Al-Abrar, dampak yang dirasakan warga,  alur lalin kembali lancar.

 

Sementara itu, Agus berkomentar tentang bukaan sapator di depan Masjid Besar Al Abrar menjadi buah simalakama,

 

” Bila jalur dibuka jadi macet, ditutup warga jauh memutar ke Pasar Pa’Baeng- Baeng dan dipastikan akan padat merayap” tutur Abd Hamid Dg Rani, salah seorang jamaah tetap Al-Abrar.

 

Sumber lain menyebutkan, sebagai warga yang baik, maka apa yg ditempuh Pemkot Makassar harus kita sepakati, apalagi pejabat Walikota Makassar, jamaah tetap Masjid Al Abrar, ungkap salah seorang jamaah, yang rumahnya berada di seberang jalan, sehingga untuk ke masjid harus memutar ke jalur Jalan Pettarani Makassar.

Jalur lintasan ini, di buka secara sepihak oleh Pak Ogah, sejak tgl (31/7/2019), sebagai sarana untuk mendapatkan uang jasa dari upayanya mengatur lalu lintas.

Hanya saja, kondisi jalan ini selalu macet setiap hari, sehingga Dishub kembali memasang beton penghalang yang membuat pengguna harus jalan melingkar melalui Jalan Andi Tonro, Jalan Kumala dan Pasar Pa’Baeng-Baeng, apabila tidak ingin melewati jalur yang panjang, maka alternatif lainnya melanggar rambu yang terletak di depan Gedung Juang 45, dengan berbagai resiko yang akan diterima  (syakhruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *