Saparator depan Al-Abrar di bobol Pak Ogah

         Jalur perlintasan di depan Masjid Besar Al-Abrar, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Senin dinihari (17/6) kembali di bobol Mannan,Cs alias “Si Pepe” yang biasa mengutip rupiah, setiap mobil yang akan berbelok ke arah Sungguminasa, demikian pula sebaiknya.

          Tindakan Mannan yang memperlebar jalur, dengan jalan mencungkil saparator dengan linggis, kemudian membuang bongkahan batunya ke got, dan sisa gundukan pasir dibiarkan untuk digilas pengendara.

          Menurut tukang tambal ban, yang buka 24 jam, menyaksikan aksi si Pepe dari kejauhan, sementara Daeng Gassing, petugas Masjid Al-Abrar, tidak melihat langsung, hanya saja sekitar Pukul 04.00 dinihari, pelaku sudah meninggalkan lokasi dan bukaan jalan sekarang sudah bisa dilalui truk dan mobil pick up.

          Bagi warga yang bermukim di Kelurahan Mannuruki dan Bontoduri, dengan terbukanya sapator jalan ini, berarti menghemat waktu tempuh, karena tidak perlu lagi berdesak-desakan dengan pengendara lainnya di Kawasan Pasar Pa’Baeng-Baeng, dimana arus lalu lintasnya padat merayap di pagi dan petanghari.

          Sementara bagi Mannan.Cs, merupakan sumber pendapatan, karena bagi si Pepe yang bertugas di pagi hari, sementara pada siangharinya, bergantian dengan sopir angkut yang kebetulan nangkring di tempat tambal ban.

          Aksi mereka akan berhenti secara otomatis bilamana ada petugas datang, tetapi setelah petugas pergi, kembali lagi ke jalan untuk mengatur para pemakai jalan,.

Prioritas bagi mereka yang lebih dahulu memperlihatkan lembaran rupiah, tanpa memperhatikan kondisi dan pemakai jalan lainnya, akibatnya jalur Sultan Alauddin macet hingga sampai di lampu merah.

          Bagaimana tanggapan Pemkot Kota Makassar khususnya Dinas Perhubungan, yang selama ini telah memasang beton penyangga, “Apakah akan kembali menutup jalur ini, atau membiarkan kembali dimanfaatkan oleh warga, dan Pak Ogah tetap mendapatkan penghasilan di jalan ???” kita nantikan tindakan selanjutnya.

          Salah seorang warga Mannuruki yang diminta tanggapannya, sekitar bukaan sapator jalan mengatakan “ baginya sangat setuju, karena tidak perlu lagi memutar ke Pasar Pa’Baeng-Baeng, selain jalurnya jauh, juga kemacetan sangat tinggi.”tuturnya (sdn-018)

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *