DEMA demo, Karaeng Awing Berang

Berawal dari sebuah postingan yang ditulis “Abd Wahab Awing” dalam akun facebook.

 

Komentar dengan nada satir yang mengatakan “Suntili ini Dema” yang membuat berang Ketua Dema Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) bernama Ardiansyah, yang saat ini duduk di Semester VI yang kelak akan memangku melabeli dirinya sebagai calon pekerja sosial (Social Worker).

Peristiwa itu terjadi Minggu (16/6-2019). balas membalas komentar di dunia maya hingga merembet ke Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan.
Ketua Dema PMI Kons.Kessos, Ardiansyah merasa tersinggung, sehingga berjanji akan menggerakkan potensi organisasinya, melakukan demo memprotes sang Dosen LB, bernama Abd. Wahab yang akrab disapa “Karaeng Awing”

 

Abd Wahab merupakan pengampu mata kuliah “Praktikum Mikro”, dimana Ardiansyahyang menjadi pesertanya dari semester VI Jurusan PMI Konsentrasi Kessos, namun ybs jarang mengikuti mata kuliah yang di ampu oleh Abd Wahab Awing, karena alasan kesibukan di organisasi yang dipimpinnya.

 

Sebagai pengurus lembaga dan darah muda yang selalu bergejolak dalam mencari jati dirinya, “Tak perlu fikir panjang, apakah itu Dosen LB atau pengampu mata kuliah” yang pasti “Demo dulu, urusan belakangan”

 

Senin pagi (17/6-2019), Ardiansyah dkk melakukan hajatnya di Belanda (Belakang dakwah), demo yang mengundang tanya, tentang adanya “Dosen LB yang berbicara tidak bermartabat”

 

Dunia mayapun ramai dengan komentar, dan para dosen di kampus bermaartabat, bisik-bisik tetangga tentang apa akar masalahnya.

 

Dengan menggunakan mikrofon,Ardiansyah,dkk berteriak-teriak di Belanda dan tentu saja mengusik kenyamanan untuk kuliah.

 

Kajur PMI/Kessos, DR St Aisyah.BM,M.Sos.I segera menelpon penulis.
“Dimana ki Pak ??? ujar Kajur dari balik telepon.
Saya di rumah jaga cucu bu !!!
Oh ya, saya kira mengajarki, “Ini anak-anak demo Pak Wahab, tentang ucapannya tidak bermartabat di dunia maya (facebook).
Apakah bunyi FB-nya bu ??? saya juga tidak tahu.
Salahnya juga anak-anak tidak beritahu saya, jadi saya agak kaget, tutur Kajur PMI- Kessos yang sering disapa “Daeng Ngona”.

Penulis mencoba membuka akses akun FB Pak Wahab Awing, memang ada tertulis, bertemu dengan”Preman terminal – sebagian lainnya, hubungi Wadek III, bukan urusan saya tentang ke-lembaga-an dema.

Wahab yang menjapri Wadek III, rupanya komen-komennya juga berlangsung seru.
Wahab merasa dipermalukan dan menuntut Wadek III untuk mengatasi permasalahannya.

Wadek III pun berkilah, itu urusan Kajur PMI/Kessos, karena Kajurlah yang menerima, membina dan mengarahkan anak didiknya, Wadek III dalam kaitannya pembinaan mahasiswa secara keseluruhan, sebagaimana yang tertuang dalam buku saku operasional.

Sahut-sahutan di dunia maya antara Wahab dan Wadek III menjadi konsumsi umum dan salah satu pernyataan sikap Pak Wahab mengatakan.

“Saya bukan pejabat organik di UIN, saya hanya sukarelawan” silakan Wadek III menyelesaikan permasalahannya karena ini menyangkut kelembagaan, tutur Wahab, dengan nada tegas.

Wadek III pun berjanji untuk menyeesaikan hari, melalui penyelesaian profesional.
“Kalau memang mahasiswanya yang bersalah, akan dihukum sesuai dengan ketentuan yang ada di buku saku,” tandas Wadek III, DR Hj. Nur Syamsiah, M.Pd yang akrab disapa “Karaeng Sunggu”

Bagaimana akhir dari semua ini, apakah Ardiansyah akan terus memprotes, atau Kajur mengambil alih permasalahan atau Wadek III mempertemukan kedua tokoh ini sebagai seorang “Bapak dan Anaknya” kita nantikan episode berikutnya (sdn-018)