Melaksanakan sholat lima waktu secara konsekwen, dibutuhkan komitmen yang tinggi dari seorang hamba.

Waktu subuh dibutuhkan perjuangan yang dahsyat, jamaah harus bertempur antara rasa ngantuk dan kondisi alam seperti hujan, dingin maupun kondisi lainnya.

 

Perjuangan di waktu subuh, membutuhkan semangat dan tanggungjawab sebagai seorang mukmin yang telah merasakan nikmatnya ramadan.

 

Di Masjid Al Abrar pada setiap subuh pada bulan ramadan, jamaah membludak sampai sektor belakang.

Akan tetapi begitu ramadan berlalu, jamaahpun hilang entah kemana.

Jamaah tetap yang rata-rata berusia lanjut dan sebagian lainnya, berstatus pensiunan, mengisi shaf shaf yang ada.

 

Subuh hari pada medio, 21 Juni 2019, shaf yang terisi hanya dua setengah shaf, dengan asumsi, satu shaf berisi 50 sampai 53 orang. Sehingga kalau dikalkulasi subuh hari ini, hanya sekitar 125 orang.

Mari terus berlatih diri untuk mengisi hari-hari yang penuh dengan perjuangan, hingga akhirnya kembali sebagai seorang hamba dengan predikat “Husnul Khatimah”.

Salam manis, syakhruddin HP 081 2424 5938.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>