Melepas Bung Haidir dari Kampus Bermartabat

Suasana haru mewarnai sholat dhuhur di Masjid Nur Rasyid Kampus FDK Bermartabat di Samata-Gowa, sehubungan  dengan keberangkatan Haidir Fitri Siagian, M.Si, Ph.D yang akan meninggalkan Kampus Bermartabat menuju Negeri Kanguru  Australia, Senin (27/5-2019).

Keberangkatannya di kandung maksud, untuk mendampingi isterinya, dokter Hera, yang sedang tugas belajar dan harus fokus di laboratorium  pada bidang studi kedokteran. Sementara dua orang anaknya yang ikut ibunya di Australia, butuh perhatian dan tanggungjawab Haidir sebagai seorang ayah.

“Hidup ini adalah pilihan” tutur Dekan FDK, Prof. DR  Abd Rasyid, M.Pd, M.Si,MM di hadapan jamaah masjid  yang telah selesai melaksanakan sholat dhuhur. Keberangkatan Sdr. Haidir Fitra Siagian, M.Si,Ph.D ke Australia, tentu adalah pilihan hidup.

itambahkan, Negara Australia adalah nikmat bagi orang yang bersekolah, Contohnya Warek III,  “Pergi sekolah dan pulang berhasil membangun banyak ruko”.

Oleh karena itu, hari ini kita ikhlaskan Sdr Haidir untuk berangkat ke Australia mendampingi isteri dalam penyelesaian studinya. Dengan suatu harapan, sekalipun jauh jangan pernah lupakan kami disini.

            Haidir Fitra Siagian, lelaki perantau dari Sipirok ini, di kenal sebagai pribadi yang saleh.

“Perhatiannya kepada agama, khususnya melalui organisasi Muhammadiyah sangat kental, demikian halnya dengan perhatian kepada ibu kandungnya, begitu tinggi perhatianya.

Bahkan bila rekreasi mengunjungi mesjid bersama ibu kandungnya, selalu ber swafoto, lalu buat laporan, karena hobbynya memang menulis.

“Saya mohon pamit kepada Pimpinan FDK dan segenap jamaah Masjid Nur Rasyid”. Tutur Haidir.

Insya Allah, besok pagi akan meninggalkan tanah air menuju Australia, bersama anak saya, “Maafkan kami bila ada ucapan dan tingkah laku yang kurang berkenan dihati” ujarnya

Dikatakan, cukup lama kami berusaha, namun pada akhirnya pihak pimpinan memberi kesempatan untuk cuti diluar tanggungjawab negara.

            Dilaporkan, isterinya yang sedang tugas belajar di Australia di bidang kedokteran butuh pendampingan, apalagi dua orang anaknya sudah lebih dahulu di sana, bahkan sudah sekolah bersama penduduk lokal dan minggu lalu dikabarkan meraih gelar sebagai juara satu dibidang matematika, tutur Fitra.

            Dijelaskan, “Saya menjabat selaku Sekjur Komunikasi, pengganti antar waktu selama tiga setengah tahun”

Selama menjabat, sering dibawah Pak Dekan, jalan-jalan keluar daerah. “Saya dibawah ke Banjarmasin dan menyaksikan “Pasar Terapung” dan beberapa bulan lalu, bersama rombongan pejabat FDK pergi ke Lampung, sehingga  saya sangat senang karena menambah pengalaman lapang, terlebih di Lampung ketemu dengan adik kandung saya yang dating dari Sipirok dan menemui saya di Lampung.

            “Hari ini, saya mohon pamit, tutur Haidir dengan suara yang sedikit tersendat” Karena itu, saya mohon maaf kepada Dekan FDK, Prof. Dr H.Abd Rasyid Masri, M.Pd,M.Si, MM  dan segenap jajarannya. Demikian halnya dengan Ketua Jurusan Komunikasi, DR Ramsiah Tasruddin.

            “Saya mohon maaf”, kalau selama ini saya belum berhasil mempersembahkan yang terbaik” Karena itu, “Saya mohon maaf dengan keterbatasan saya, demikian halnya kepada rekan-rekan dosen, dan khusus kepada Muh. Rusli terima kasih atas kerjasamanya selama ini.

Insya Allah, selama saya berada di Australia, bermaksud untuk kembali  menulis dua jurnal dan satu buku, tutur Haidir yang dikenal sangat aktif menulis dan mengurus organisasi Muhammadiyah dengan segala problematikanya, “Selamat jalan Saudaraku,”  (Sdn 081 2424 5938)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *