SERBA-SERBI

Lisnawati Binti H. Syakhruddin Menuju Baitullah

         Tepat Pukul 02.00 dinihari, Jumat 19 April 2019, Ananda Lisnawati Binti H.Syakhruddin, mendapat rahmat untuk menunaikan umrah di tanah suci.

        Kami sekeluarga mengantarnya ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros. Tiba di Bandara Pukul 03.00 Wita dan bergabung dengan rombongan dari Travel Darussalam, pimpinan Drs. H. Guntur Mas’ud.

        Disini kami berjumpa dengan Pimpinan Travel Ujas, yaitu Bapak Dr.H.Usman Jasad yang juga akan memberangkatkan jamaahnya dan di lepas langsung, Gubernur Sulsel, Prof. Dr.  H.Nurdin Abdullah.

        Ada dua buah mobil yang mengantar Lisna ke Bandara, yaitu Mobil Agus yang dikemudikan sendiri dan Mobil yang dikemudikan Popo, suami dari Tri Puspita Sari.

        Di Bandara, diperoleh informasi, bahwa rombongan akan berangkat Pukul 07.00 Wita dengan pesawat Garuda, langsung menuju Kualanamo dan terus ke Jeddah.

        Segala persiapan untuk pemberangkatan sudah dimatangkan dan semua anggota rombongan sudah berkumpul sesuai dengan jadwal yang disepakati dan selanjutnya memasuki  ruang tunggu sembari melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

        Setelah melalui perjalanan panjang, alhamdulillah, pesawat Garuda yang membawa rombongan jamaah umrah mendarat dengan selamat di Bandara King Abd. Azis di Jeddah pukul 05.00 waktu Jeddah.

 

Vidio call dari Jeddah :

        Sekitar Pukul 22.30 Wita menerima vidio call dari Lisnawati langsung dari Bandara King Azis di Jeddah dan selanjutnya dilaporkan bahwa semua proses imigrasi dilalui dengan lancar, demikian halnya dengan koper yang diunakan, sangat gampang dikenal, karena saya menulis dengan huruf kapital yang mudah dibaca dari jarak yang jauh.

Semua itu, berkat pengalaman lapang yang cukup lama, khususnya dalam skala rombongan yang membawa jamaah dalam jumlah besar.

        Perjalanan dari Jeddah menuju Madinah akan ditempuh selama lima jam perjalanan, dan direncakan akan berada di Madina selama 4 (empat) hari dan 6 (enam) hari di Mekkah.

 

Tulisan Bagian Ke II :

 

Sabtu 20 April 2019 atau Minggu (21/4-2019) waktu di Makassar, bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini, tiba dengan selamat dari kampung halaman manusia yang agung “ Muhammad SAW.

Anggota rombongan Travel Darussalam membagi rombongan dalam kamar-kamar hotel. Lisnawati Binti H. Syakhruddin bergabung dengan tiga orang anggota rombongan yang usianya terbilang lanjut (Nenek-nenek) yaitu ; Isa Kulle Daeng Monga, Sitti Suriati Tarra dan Siti Rohani Rabai.

Subuh Pertama di Medina :

        Sholat lima waktu di Medina, selalu ramai, manusia silih berganti dari berbagai negara, datang dan pergi, silih berganti, sehingga Medina benar-benar seperti orang lebaran pada lima waktu sholat.

Salah satu kunci untuk tidak kehilangan jalur, adalah mengingat pintu-pintu masuk dan lokasi hotel dimana kita berada.

“Pengalaman umrah bersama keluarga, Penulis mendapat hotel di bagian utara Masjid Madina, jadi jalur yang dimasuki berawal dari “Pintu 15” selanjutnya itu yang selalu diingat, ingat Pintu 15”

Sementara Raodah yang sesungguhnya berada di pintu dua, cukup jauh di depan dan untuk memasukinya jalan melingkar, hingga mencapai tempat-tempat yang mustajab dibutuhkan perjuangan, doa dan rahmat dari Allah Swt.

Lisna di jalur Pintu 22 : menuju Hotel ANDALUS Medina. Sepanjang jalur yang dilalui terdapat mol-mol megah dan pusat perbelanjaan yang megah dengan kualitas barang yang bagus, selain itu terdapat juga pasar-pasar tradisionil, namun dibutuhkan kemauan dan kesiapan berjalan kearah utara menuju Pintu 15.

        Ketika tulisan ini dibuat, Jam waktu di Medina Pukul 03.00 dinihari, dan Jam 08.30 waktu di Makassar, perbedaannya memang sekitar delapan jam. Sesudah sholat subuh, para jamaah akan pulang ke hotel, makan pagi dan selanjutnya istirahat menanti saat masuknya waktu dhuhur.

        Momen-moment penantian itu, sebaiknya sudah ada di Masjid kembali antar Jam 10.00 s/d Jam 11.00 untuk melaksanakan sholat dhuha, memperbanyak dzikir dan doa, karena waktu yang tersedia hanya empat hari di Kota yang penuh rahmat, Madina  Tun Nabi (Madina tempat Nabi).

        Lisna melihat mirip diriku ada di Medina, “Itu maknanya, saya masih memiliki kesempatan lagi untuk berkunjung ke kampung halaman Nabiullah Muhammad SAW” semoga apa yang menjadi isyarat hari ini, menjadi kenyataan dimasa mendatang, amin.

Bersambung ………. !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *