Fenomena Hujan Es di Enrekang

syakhruddin
Read Time1 Minute, 15 Second

Peristiwa hujan es yang melanda warga masyarakat Kelurahan Maiwa Kabupaten Enrekang, Rabu (27/2) menjadi viral di kalangan masyarakat Kabupaten Enrekang dan sekitarnya.

 

Seperti diketahui bersama, bahwa setelah daerah-daerah bagian selatan seperti  Maros, Makassar,Gowa dan Takalar pernah dilanda bencana alam banjir dan longsor, kini mengarah ke daerah bagian utara. Khususnya Kabupaten Enrekang, Toraja, Palopo dan sekitarnya.

 

Karena itu, kewasapadaan sebagai warga kab/kota diharapkan untuk senantiasa waspada, mengingat fenomena alam dewasa ini, sering berubah-ubah sehingga dibutuhkan kemampuan antisipasi.

 

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Sosial bersama instansi terkait lainnya telah melakukan salah satu program terbaru yaitu : TMS (Tagana Masuk Sekolah) yang diawali di Banten Jawa Barat.

 

Pendidikan kebencanaan di kalangan pelajar  dan murid-murid sekolah agar lebih awal mengetahui tentang dasar-dasar penanggulangan bencana. Minimal bagaimana cara menyelematkan diri bila terjadi bencana.

 

Sementara itu di Provinsi Sulawesi Utara, akibat hujan yang terus menerus mengakibatkan tambang emas yang dikelola warga setempat longsor dan akibatnya sejumlah korban ikut tertimbun dalam liang tambang.

 

Dari musibah yang terjadi, mulai dari bencana banjir dan longsor di beberapa kab/kota di Sulawesi Selatan, hujan es di Maiwa Enrekang dan kasus tertimbunnya penambang emas di Provinsi Sulawesi Utara, memberikan sinyal kepada kita sebagai warga masyarakat untuk dapat mengetahui pendidikan praktis tentang kebencanaan.

 

Semoga dengan peristiwa yang telah terjadi menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dan pepatah lama mengatakan ” Lebih baik mencegah dari pada mengobati ” semangat pagi dan sukses selalu.

 

Salam Syakhruddin

HP 081 2424 5938

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perginya pengurus Masjid Al-Abrar

Perginya dua orang pengurus Masjid Al Abrar Terhitung hari Jumat 1 Maret 2019, dua orang aktifis Masjid Besar Al-Abrar Gunungsari Baru Makassar, meninggalkan masjid, masing-masing, H.Hilal,SE, Ketua Pengurus Masjid Al-Abrar yang melaksanakan kegiatan Umrah, bersama travel yang di kelola Azhar Tamanggong Dg Sila. Insya Allah dua minggu ke depan, akan kembali ke tanah air, dengan predikat “Umrah Mabrur” In sha […]