Asisten Pemerintah Kantor Gub Sulsel :

Alumni Kessos UIN silakan berkompetisi

Gubernur Sulawesi Selatan, diwakili Asisten Pemerintahan, menerima kunjungan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, bertempat di ruang kerja Asisten Pemerintahan Kantor Gub. Sulsel, Jumat (8/2-2019).

Kehadiran Dekan FDK, Prof DR H. Abd Rasyid Masri, S`Ag,M.Pd,M.Si,MM didampingi Wakil Dekan I, DR. H. Misbahuddin, M.Pd, Wadek II, DR. H. Mahmuddin, M,Ag dan Wadek III, DR. Hj. Nur Syamsiah, M.Pd.

Selain itu, mengikutsertkan Ketua Program Studi (Kaprodi) Kesejahteraan Sosial, DR. Syamsuddin, AB, M.Pd dan Kajur Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), DR. St Aisyah.BM, M.Sos.I didampingi Sekretarisnya, Hamriani, S.Sos.I,M.Sos.I,

Kepala Kantor FDK, Capi,Sos, para praktisi sosial dan dua orang alumni PMI/Kesos  dan staf, jumlah anggota 15 orang.

Kehadiran rombongan besar FDK-UIN Alauddin Makassar, serangkaian dengan kelanjutan kerjasama, pendidikan dan pelatihan ke-Tagana-an pada jurusan kesejahteraan sosial, serta permintaan kerjasama untuk penerimaan alumni PMI/Kesos, sebagai aparatur sipil negeri (ASN) di berbagai Pemkab dan Pemkot di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam dialog yang berlangsung dengan penuh kehangatan, dihadiri Kadis Sosial Prov. Sulsel, diwakili Plt. Sekretaris DInas, Drs. Syarifuddin, Kepala Biro Hukum, Kadis Pendidikan, Kepala Badan Kepegawaian dan Biro Kesra Setda Prov. Sulsel.

Dalam dialog dengan Dekan, pihak Asisten Pemerintahan, menyambut baik adanya kerjasama dalam pembinaan Tagana di Kampus UIN, dan pada prinsipnya siap melanjutkan, khususnya dengan institusi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Terkait tentang penerimaan alumni PMI/Kessos menjadi aparat ASN. Pihak Asisten Pemerintahan, meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), untuk mencabut ketentuan, yang membatasi alumni jurusan kesejahteraan sosial yang selama ini memberi prioritas pada alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

“Saya fikir, tidak banyak yang diminta, beri peluang mereka untuk berkompetisi, ini kan rakyat kita juga, harus diberi peluang, apalagi jurusan kesejahteraan sosial di UIN itu negeri, tuturnya kepada peserta pertemuan”`

Andi Tenri Intani, salah seorang alumni PMI/Kessos tahun 2012, memaparkan tentang kondisi yang dialami pada saat pendaftaran menjadi calon peserta dalam penerimaan ASN.

“Kami selalu terhambat Pak Asisten, karena adanya edaran, bahwa jurusan kessos UIN, harus ada kerjasama dengan Pemprov. Sulsel, sementara di provinsi lain, tidak ada ketentuan tersebut,”.

Menjawab harapan Andi Tenri Intani, pihak Asisten Pemerintahan, memerintahkan kepada Kepala BKD untuk mengeluarkan edaran dan memberi peluang kepada para Alumni Jurusan Kesejahteraan Sosial dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang diaminkan para peserta pertemuan.

Usai pertemuan dilanjutkan dengan foto bersama dan selanjutnya naskah kerjasama akan diproses melalui Biro Hukum Kantor Gubernur Sulsel .

Menurut Dr. Syamsuddin (Kaprodi Kessos) rencana penandatangan akan dilakukan pada kegiatan Kessos Anniversary pada Milad I Jurusan Kesejahteraan Sosial tanggal 19 Maret 2019 mendatang.

Laporan Syakhruddin HP 081 2424 5938

Keterangan foto :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>