Memasuki bulan – bulan terakhir, khususnya Oktober – November dan Desember 2018, selain bulan yang dikenal dengan musim hujan, sekaligus bagi warga masyarakat di Jazirah Sulawesi Selatan merupakan “Musim Kawin”.

Bagi tim penolong, saatnya untuk membuat Pos-pos antisipasi, peralatan penanggulangan banjir segera dibenahi, sehingga tiba waktunya nanti, tidak ada lagi alasan untuk tidak memanfaatkannya dengan baik.

Perahu karet yang selama ini tersimpan di gudang, sudah harus diperiksa, mobil RTU (Rescue Tactical Unit) sudah dalam kondisi siap pakai, sehingga tak ada lagi alasan , “Accu hangus, rusak ininya, rusak itunya” pendek kata, semua harus dalam keadaan kondisi siap pakai.

Sementara itu, di kalangan masyarakat, bulan-bulan di akhir  seperti Oktober – November – Desember, adalah masa “Musim Kawin” terkadang satu rumah, terdapat lima sampai sepuluh undangan pesta perkawinan.

Dengan uang mahar atau “Uang Panaik” berjumlah jutaaan rupiah, harus dipenuhi oleh sang calon pengantin pria, dan dalam kondisi seperti itu, tentunya ekonomi bergerak.

Mulai dari penjual telur – penyewaan tenda hingga make-up wajah, sepertinya laris manis, termasuk pembuataan foto “Pra Wedding” semuanya secara simultan berjalan, sehingga selain musim hujan, kini bertambah lagi referensi sebagai : Musim Kawin)

Bagaimana dengan anda, apa sudah kawin ??? atau masih mau “Kawin lagi” jawabannya, ada pada anda masing-masing, selamat membaca, Salamaki

Syakhruddin HP 081 2424 5938

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>