Kita baru belajar

 

Dalam  alam demokrasi dewasa ini

Kita masih senang menggunakan cara-cara tak beradab

Saling mencaci maki bahkan sampai bertengkar antar sesama

Demi calon yang didukungnya

 

 

Kita masih belajar berdemokrasi

Merasa kandidatnya yang paling hebat

Sementara yang lain adalah

Pecundang, cebong dan sejenisnya

 

 

Kita masih butuh waktu panjang

Untuk menjadi warga negara yang bermartabat

Menjadi tanggungjawab generasi kita

Untuk meletakkan pondasi demokrasi yang unggul

 

 

Beradab dan mengakui keunggulan bila menang

Mengakui kekalahan dengan kesatria

Sembari mengulurkan tangan selamat atas kemenangan

Kapan itu terwujud, kita masih belajar

 

 

Makassar, 16 Oktober 2018

by syakhruddin tagana

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>