Jokowi panggil Jhon ke Istana Negara

Keberhasilan Yohanis Gama Marshal Lau, memanjat tiang bendera pada saat upacara tgl 17 Agustus 2018, membuahkan hasil yang membanggakan. Anak kelas I SMP Negeri Motaain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi viral di media sosial (Medsos).

Yohanes Ande Kala alias “Jhon” dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, untuk selanjutnya bersama-sama menyaksikan acara pembukaan Asian Games tahun 2018 di Jakarta.

Dengan menumpang pesawat Batik Air, nomor penerbangan ID-6451 berangkat dari Bandar Udara El-tari Kupang, Sabtu 18 Agustus 2018.

Menurut Supriono amin, Tagana di Belu melaporkan, dalam daftar manifes tertulis anggota rombongan, Johanis Gama Marshal Lau, Kelas I SMP Silawan Kota Atambua, didampingi kedua orang tuanya, Ili Lorens dan Marshal Victorin.

Turut mengantar tamu istimewa ini adalah, Danrem 161/WS Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa,SE,MM, Waka Polda NTT, Brigjen Pol Victor G.Manopo, Kasrem 151/WS, Kolonel CZI Aji Jaya, Para Kasi Korem 161/WS serta Dandim 1604/Kpg Letkol Kav. Aprilian.S.W, S.Sos dan Perwakilan PLN.

Tindakan heroik yang dilakukan Johanis Gama Marshal Lau yang memanjat tiang bendera, untuk mengambil tali yang terlepas saat pelaksanaan upacara, di Pos PLBN RI (Perbatasan Lintas Batas Negara Republik Indonesia dan RDTL (Republik Demokrat Timor Leste), mendapat perhatian dari orang nomor satu di republik dan mengundangnya ke Istana Negara.

Selain itu, pihak PLN akan memberikan biaya bea siswa sampai Tamat S I, Panglima TNI memerintahkan untuk memperioritaskan “Jhon” sebagai prajurit TNI melalui jalur Bintara atau Akmil.

Sementara Kapolri telah memerintahkan untuk memperioritaskan Jhon, demikian biasa disapa temannya, untuk menjadi anggota Polri melalui jalur Bintara atau Akpol.

Tak ketinggalan, Mendagri memperioritaskan Jhon masuk ke STPD tanpa melalui jalur test jika sudah tamat SMA di Atambua kelak.

Saat ini, sang pahlawan dari Atambua ini telah berada di Jakarta dan bertemu dengan Menpora.

Imam Nahrawi memuji aksi Jhon Kala, bocah SMP yang memanjat tiang karena tali bendera pada saat HUT RI ke-73. Menurut Imam, Jhon Belu, melakukan aksi heroik.

“Kalau ada yang bertanya, siapa pahlawan hari ini, saya katakan adalah Jhon Belu. Jhon yang berasal dari Kabupaten Belu Atambua, telah menyelamatkan kita semua, menyelamatkan bendera merah putih.

Ini tentu perjuangan yang sangat heroik, dia tidak pada siapa pun, apa pun, hanya ingin menyelamatkan merah putih,” ujar Imam di Istana.

Laporan : Syakhruddin (berbagai sumber)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>