DR. Sakaruddin Manjareki, baru saja kembali dari Negeri Tirai Bambu – Cina Town bersama Dekan FDK, Dr H Abd Rasyid Masri bersama 12 orang anggota rombongan, DR, Sakaruddin menuliskan kisah perjalanannya dalam sebuah ulasan “SAN MIN CHU” berikut ini ulasannya :

SAN MIN CHU I
(catatan ringkas perjalanan)

Sebelum benar2 menginjak China, tepatnya di prov Hainan China Selatan pada pekan lalu, adalah alm H.Abbas DM guru kharismatik pengajar pelajaran sejarah yg mengenalkan ttg China pertama kali di SLTP thn 85 silam. Beliau scr fasih melafalkan Sun Yat Sen, bapak China modern dgn doktrin ideologisnya yg masyhur itu ” san min chu I” di bawah pengaruh partai Kuomintang yg dikendalikannya.

San min chu I atau tiga pilar kebangsaan adl landasan kuat bagi evolusi china yg kontinu dan sistemik di thn 1900an. Dan saat ini China benar2 mewujud sbg superpower baru yg secara terbuka mereduksi hegemoni negeri Paman Sam. Perkenalan kedua adalah saat menjadi mahasiswa di UGM tatkala dosen idola saya saat itu (Prof. Irwan abdullah) menjelaskan ttg ETHOS KOMERSIAL CHINA.

Dlm paparannya, beliau scr sarkastik mengungkapkan bahwa kita masih bersoal ttg Ethos Kerja sementara china telah fokus pada peta jalan kemakmuran dgn internalisasi budaya tradisionalnya; Ethos Komersial. Sebuah ethos yg bernuansa seni melipatgandakan keuntungan melalui perilaku kerja keras, hemat dan menabung.

Perkenalan ketiga dgn china adl melalui kuliah privat oleh dosen Lemhanas terkemuka yakni Laksamana Madya (marinir) Raden Mas Sunardi kala saya menjadi bagian penting (expert) dlm sebuah program nasional bela negara thn 2001 di kementrian pertahanan. Dlm kuliah itu, RM Sunardi menggambarkan ttg nasionalisme china yg sulit disamai RI. Lanjutnya,

Di China, pulau karang (atol) yg tanpa penghuni dàn tenggelam saat air laut pasang itu dijaga oleh militer dgn kapal perangnya. Dan di Indonesia, pulau2nya diobral tanpa harga; pulau sipada & ligitan telah menjadi milik malaysia dan telah dilegitimasi oleh mahkamah intermasional. Dan sebelumnya, timor timur yg susah payah dibangun pasca revolusi bunga anyelir juga diberi opsi mandiri melalui referandum yg sarat kepentingan global.

Demikian byk pengalaman berharga yg patut dijadikan renungan, mulai dari resep memiliki expectation of life yg panjang hingga pengelolaan pariwisata yg bertaraf dunia. Presentasi ttg kesehatan oleh sinse di pusat herbal Haikou misalnya, telah mengubah perspektif sy ttg pengelolaan tubuh scr arif.

Menurutnya untuk berumur panjang, seseorang perlu konsisten dlm merawat keseimbangan ying dan yang dgn menghindari stress, rajin olah raga dan mengkonsumsi makanan yg pengolahannya tdk berbasis minyak dan berkadar gula rendah. Penduduk Hainan langsing langsing krn makanannya umumnya adl pangan yg dikukus dan tdk makan banyak. Warung2 yg ditempati makan menyediakan lauk yg sedikit familiar dgn lidah pribumi. Mi, terong, bawang bombay ungu, jamur, kacang panjang khas china, sawi, wortel, telor, daging dan pangan unik lainnya. Minumannya adl teh yg multi vàrian.

Kotanya cukup modern dengan penataan yg berkelas dunia. Jaringan kabel semua di bawah tanah, kontras jika kita ke thailand atau saigon yg kabel listriknya mirip menyerupai kota2 di Indonesia. Infrastruktur jalannya berbahan beton yg berlajur ganda dan mengkoneksikan ke seluruh destinasi wisata. Kami hanya geleng kepala pertanda takjub dgn infrastrukturnya. Lajur mobil & motor dipisah, pejalan kaki terhargai dgn penyediaan trotor yg mumpuni. Moda transportasi massalnya adalah kereta peluru yg berkecapatan 250 hingga 300 perjam, mirip shinkanzen di tokyo.

Kami mencobanya di malam hari, ckp mengesankan. Nirbunyi dan nirgoncangan. Tdk tampak ada kongesti di kota akibat konsentrasi kendaraan. Kotanya tanpa polusi udara krn taman kota dibuat secara massif yg begitu estetik. Regulasi China menjamin kesehatan respirasi penduduknya yg berdiam di kota melalui penyediaan taman kota scr proporsional. Sepanjang garis pantai yg ditempuh sekira 20an menit dgn kecepatan bis 60 km/perjam adl berupa taman yg indah nan sensasional. Warga yg prawed sangat mudah ditemui di taman pinggir pantai itu. Keren habis.

Pengendalian urbanisasi, khususnya penyediaan hunian bagi kaum urban juga berkontribusi dlm memperindah kota dgn penyediaan hunian vertikal (flat) yg menjulang. Tdk ada kompleks hunian yg dikelola swasta seperti kita yg justru menyumbang tingginya slum index. Motor semuanya berbasis bahan bakar terbarukan (listrik) shg tdk memiliki polusi suara. Di sudut2 kota, pemerintah menyiapkan sepeda gratis utk penduduknya yg bebas digunakan siapa saja dan tdk mungkin hilang krn sepeda2 tsb dilengkapi GPS shg mudah dideteksi jika diselewengkan penggunanya.

Hainan mgk memiliki pertalian historikal dgn Bali krn di Hainan ada destinasi wisata yang namanya Desa Bali. Corak arsitektur keseluruhan bangunan kompleks Desa Bali bercorak khas Bali, yakni bata ekspos dan ukiran bali. Taman2nya byk tumbuh kamboja bali dan pandan bali.

Hal mengesankan lainnya adl kantin kejujuran di komunitas suku minoritas Li dan Miao yg rupanya sdh ada sejak peradaban china kuno abad ke satu. Buah2an disimpan begitu saja tanpa ditunggui warga melainkan hanya menyiapkan kaleng utk yuan/rupiah. Bandingkan kantin kejujuran versi KPK yg baru mulai digagas sekira 2005 lalu & saat ini sdh tdk terdengar lagi.

Komunitas minoritas ini memiliki RACUN CINTA anti selingkuh yg diwariskan scr turun temurun hingga kini. Suami yg selingkuh pasti sakit dan hanya bisa sembuh jika istrinya berkenan obati dgn menggunakan racun cinta. Racun cinta hanya boleh dipelajari oleh kalangan wanita agar lelakinya tdk serong. Kesetiaan dan harmoni memiliki perhatian khusus oleh suku ini.

Di pantai laut china selatan, yang saat ini batas lautnya msh disengketakan oleh china, indonesia, vietnam dan philifina, telinga dimanjakan oleh lagu bengawan solo yg dimainkan secara instrumental oleh musisi lokal china. Moment ini tersempurnakan oleh segelas kopi khas haikou, pahit sepat namun seru krn hembusan angin pantai yg semilir.

Kunjungan ke china telah memberikan inspirasi dan semangat baru. Belajarlah hingga ke negeri China yg digagas sejak abad ke 7 oleh Baginda Rasulullah hingga kini msh tetap relevan.

Terima kasih dan selamat membacanya, tetap semangat pagiiii

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>