Berniat ikuti SLRT, tewas dalam perjalanan

Sigit Haryono, peserta  rapat koordinasi dan sosialiasasi SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Kementerian Sosial, meninggal dunia dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan di Hotel Mercure Convention, di Ancol Jakarta  Utara.

Sigit Haryoto peserta SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) dari Probolinggo Jawa Timur,  mendapat musibah dalam perjalanan saat akan menuju Jakarta. “Ia berpulang kerahmatullah dalam perjalanan  akibat serangan jantung”.

Berita  wafatnya,  Bapak Sigit Haryoto dari Probolinggo, sampai  di panitia pusat SLRT dan oleh pembacaan doa, pada acara pembukaan, almarhum dibacakan ummulkitab, al- fatihah, sebagai ungkapan turut belasungkawa”  ungkap Mustafa dari Kalimantan Barat.

Sementara itu, pada acara pemberian “SLRT Award” diserahkan piagam penghargaan, karena keberhasilannya dalam pengelolaan SLRT di daerahnya.

Penghargaan itu, diberikan kepada Kabupaten Sleman, Yogyakarya dengan  program Lasamba. Selanjutnya, Kabupaten Pasaman, dengan program optimalisasi  mobil keliling.

Menysusul  Kabupaten Bantaeng, melalui kegiatan integrasi layanan  dengan Baznas, demikian halnya, Kabupaten Barito Kuala melalui porogram SLRT dengan RPJ dan Provinsi NTB yang menyiapkan dana Pendamping melalui APBD setempat.

Berikutnya, Kabupaten Sumbawa – NTB, melalui  program penanganan administrasi kependudukan dan terakhir Kabupaten Bandung yang memanfaatkan dana desa untuk kesejahtetaan sosial.

Dalam upaya pengembangannya,  SLRT diharapkan bagi pemkab untuk  pengembangan program  pemda, membangun komitmen kesiapan daerah[i] membangun kelembagaan.

Ditegaskan, melalui kegiatan koordinasi dan sosialiasasi, diharapkan pada 60 kab/kota yang akan menerima SLRT untuk lebih mengembangkan program tentang SLRT di daerah masing-masing.

Tulisan H.Syakhruddin.DN  HP 08124245938

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *