Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Annasappu  Bontonompo, bernama lengkap, Nuraeni Baco Daeng Intang, Lahir di Dusun Kacci-Kacci 20 September 1971, hidup menjanda bersama tiga orang anaknya, di sebuah gubuk reok.

 

 

Di saat hujan menerpa, atap daun nipah bocor dan hanya dilapisi baliho bekas dengan lantai beralaskan tanah, tiang bambu yang menyanggah nyaris rebah, sungguh tak layak untuk ditinggali seorang pendidik.

Adalah Ikka, Mahasiswa UIN Alauddin Jurusan Ilmu Hukum semester VIII, merupakan orang pertama mengupload melalui akun www.kitabisa.com.

 

Bagai gayung bersambut, Ahyan Arif dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan mengepalai sekretariat Tagana Sulsel, cukup  rajin brosing.

Akhirnya mengkoordinasikan temuan Ikka kepada  atasannya, Muhammad Hasbi Dg Beta dan Kabid Linjamsos, Drs. H. Sabaruddin, MM, kedua pejabat ini menarik perhatian atas publikasi Sdr. Ikka alias Riska.

Selanjutnya Ahyan mengkoordinasikan dengan Tagana Kabupaten Gowa,  akhirnya ditemukan titik temu, untuk melakukan bedah rumah sang ibu guru, serta menyampaikannya kepada Kepala Desa Bonto Biraeng Selatan, Rusdi Mattureang Daeng Lurang.

Sumbangan sukarela dari anggota Tagana  digalakkan dengan mengisi daftar sumbangan, kemudian meningkat kepada para mitra, melalui jejaringan facebook dan WhatApps serta blog www. Kitabisa.com, alhamdulillah hasilnya cukup lumayan dan hanya sepekan   terkumpul dana   sekitar Rp  7,5 juta rupiah.

Setelah dilaporkan kepada Kadis Sosial Prov. Sulsel, DR H.Ilham Gazaling, M.Si seputar rencana pelaksanaan Hari Ulang Tahun Tagana ke-14, dan rencana bhakti sosial, bedah rumah Ibu Nuraeni Dg Intang di Bontonompo, secara prinsip disetujui, dan ini merupakan sebuah ide cemerlang Tagana Sulsel yang patut didukung, ke depan bisa kita sinergikan dengan menggunakan dana CSR dan Tagana sebagai pelaksananya, Ujar Ahyan menirukan ulasan Kadis Sosial.

Beliau lalu menugaskan Kabid Linjamsos, untuk menurunkan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) dan sejumlah bantuan, sementara Tagana Sulsel mempersiapkan tenaga dan komponen lain untuk bedah rumah.

Lokasi kediaman, Ibu  guru Nuraeni Daeng intang, terletak di Dusun Kacci-Kacci Desa Bonto Biraeng Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Sabtu pagi (3/3) diserbu pasukan biru-biru Tagana, kemudian dilakukan bedah rumah sesuai hasil assement, termasuk kepemilikan tanah dan kebutuhan bahan bangunan serta  mengerahkan seluruh potensi Tagana.

Mengingat di kalangan Tagana anggotanya memiliki berbagai macam keterampilan, ada tukang kayu, ada ahli baja ringan dan tentunya  tenaga yang siap bekerja. Mereka bahu-membahu menyelesaikan pembangunannya yang ditargetkan selesai besok pagi dan siap dihuni Ibu Nuraeni dan anak-anaknya.

Para anggota Tagana yang mendapatkan informasi melalui facebook maupun whatsApp, langsung menuju sasaran membawa peralatan masing-masing dan membantu  melakukan pekerjaan fisik, ada yang mamasang bata merah, mengaduk campuran, mengayak pasir dan adapula yang memotong rangka baja,  sementara lainnya mempersiapkan dapur umum lapangan.

Warga sekitar dan Karang Taruna Bunga Biraeng turut ambil bagian, termasuk Kepala Dusun Kacci-kacci, Mustari Daeng Gading dan kerabat terdekat yang tergabung dalam “Sahabat Tagana”  datang membantu sehingga rumah batu dengan tiga buah kamar, dapat selesai terbangun  dan besok pagi, Minggu (11/3) dipasangi atap seng dengan rangka baja.

Sementara itu, melalui koordinasi dengan pihak Jurusan PMI/Kessos,  personil Tagana akan didatangkan dari Tagana Kompi UIN Makassar, untuk ikut berpartisipasi membedah rumah warga.

Nuraeni Binti Baco Daeng Intang, ditinggal suami tiga tahun lalu, dengan penuh kesabaran Nuraeni harus berjuang sebatang kara dan membiayai anak-anaknya untuk sekolah. Gaji per-bulan dari tempat mereka mengajar Rp 250,000,- per-bulan, itupun harus diterima setiap triwulan.

Hari ini, Nuraeni Intang  dengan wajah sumringah, melihat rumah barunya dibangun Tagana dan bantuan para donatur. Nuraeni senantiasa mengucap syukur kehadirat Allah, karena doa-doa malamnya yang selalu dipanjatkan kini terjawab, Alhamdulillah, tuturnya.

“Kami selalu berdoa, semoga suatu ketika bisa memiliki rumah batu”, tuturnya.

Terima kasih kepada Tagana Sulsel, para donatur dan semua pihak yang telah mendukung sehingga saya bisa memiliki rumah seperti ini.

 Sementara para tetangganya, ikut kecipratan mendapat bantuan sosial yang diserahkan Kabid Linjamsos, Drs.H.Sabaruddin,MM, dimana bantuan ini, sebagai rangkaian acara menyongsong Peringatan 14 tahun Tagana Indonesia yang akan diperingati 24 Maret 2018 mendatang.

Penulis : Syakhruddin HP 081 2424 5938

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>