Rombongan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, tiba kembali di Makassar, setelah selama sepekan berada di Negeri Sakura Jepang, 31 Jan s/d 6 Feb 2018.

Menurut Ketua Jurusan PMI/Kessos, Dra St Aisyah. BM,M.Si yang ikut serta dalam rombongan mengisahkan, keberangkatan ke Jepang bersama Travel Ujas, banyak memberikan pengalaman baru, terlebih mereka dapat menyaksikan langsung bagaimana kehidupan masyarakat di Jepang, baik tentang disiplin dan gaya hidup, sembari menikmati turunnya salju dengan ketebalan tujuh sentimeter.

Kondisi cuaca yang dingin tidak lantas membuatnya berdiam diri di kamar, malahan terus bergerak, apalagi rata-rata orang di Jepang suka jalan kaki, bahkan ada yang  berlari mengejar ketera, dengan kondisi jalan layang dari lantai satu hingga lantai ke tujuh, tuturnya.

Selama empat hari lamanya perjalanan Tokyo-Kawaguci dan mengunjungi Gunung Fujiyama, namun tidak dapat terlihat jelas karena tertutup salju tebal.

Rombongan para pendidik di jajaran fakultas bermartabat dipandu tiga orang, diantaranya, Mishel pemandu lokal di Tokyo dan Kalvin dari Korea serta Thian dari Ujas Tour Jakarta.

Anggota rombongan study tour sebanyak 29 orang dan satu orang batal berangkat DR Kamaluddin Tajibu dari orang tuanya sakit. Rombongan berangkat melalui jalur, Makassar ke Jakarta, Singapura, Tokyo dan Fuji,  dipimpin langsung Dekan Dr H Abd Rasyid  Masri, S.Ag, M.Pd,M.Si,MM bersama jajaran wakil dekan.

Sementara itu, DR Syamsuddin yang akrab disapa Doktor IAN, memaparkan pengalamannya bahwa di Jepang, “Disana masyarakatnya  dengan tehnologi yang tinggi, memiliki bangunan rumah yang anti gempa, dan lebih banyak naik sepeda dan jalan kaki, kehidupan yang disiplin serta kejujuran ditanamkan sejak usia dini” Jadi kalau ada barang tertinggal, pasti ditemukan kembali, Orang di Jepang jujur, katanya.

Sisi lainnya adalah kebersihan lingkungan dan ketekunan dalam bekerja, “Konon masyarakatnya setiap hari sibuk bekerja dan tekun melaksanakan tugas, bahkan bila naik lift, harus mengosongkan sebelah kanan, untuk persiapan mereka yang lari saat naik lift”, tuturnya

Saat ini, para pendidik  telah kembali beraktifitas kantor di Kampus II Samata Gowa dengan berbagai pengalaman yang telah diperoleh selama berkunjung ke Negeri Matahari terbit, arigatooo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>