Gazebo milik Universitas Islam Negeri (UIN) terletak di bagian depan kanan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Senin (11/12) sekitar pukul 12.10 wita roboh akibat bangunannya sudah rapuh.

 Berikut foto korban gazebo di Kampus UIN

 

 

 

 

 

 

Terdapat tujuh orang mahasiswa yang sedang duduk di gazebo terkena runtuhan bangunan dan mendapatkan perawatan di  Poliklinik UIN dan seorang lainnya an. Andi Nurul Suci Aulia (19 thn) di rujuk ke RS. Faisal karena kondisinya agak parah.

 

Selain itu, terdapat tiga motor mahasiswa yang mengalami kerusakan akibat runtuhan bangunan yang rapuh dimakan usia.

 

Nur Syamsiah, wakil Dekan III FDK saat dimintai pendapatnya seputar musibah tersebut mengatakan, pihaknya sudah pernah melaporkan secara tertulis, namun belum ada realisasi  hingga musibah datang menimpa di hari Senin 11 Des 2017.

 

Demikian halnya dengan Dekan FDK, DR H Abd Rasyid Masri, S.Ag, M.Pd, M.Si, MM dengan tegas mengatakan, “Gazebo itu sudah lama kita laporkan secara tertulis ke pihak rektorat, akan tetapi sampai saat ini belum ada perintah bongkar.`

 

Andai saja itu milik Fakultas Dakwah, sudah lama kami bongkar, tuturnya di hadapan Jamaah Masjid Nur Rasyid Kampus II Samata, usai melaksanakan sholat dhuhur berjamaah.

 

Menurut Daeng Sangnging, slah seorang cleaning service di FDK mengatakan, sudah lama itu bangunan goyang kalau kita duduk dibawahnya lalu ada yang datang duduk, tiangnya goyang-gayang, katanya.

 

Para mahasiswa  yang sedang menanti dosen di gasebo, dikejutkan dengan runtuhnya bangunan dengan kontruksi atap ganteng. Ada yang sempat lari meninggalkan lokasi dan pula terjebak dalam reruntuhan.

 

Menurut Komandan Sekuriti, Syarifuddin mengatakan jumlah korban mahasiswa sebanyak tujuh orang masing-masing,

 

Salmah (19 thn), Mustainah Kahar (19 thn) Fikri (19 thn), Makrimah (19 thn), Fitrah (19 thn), Mahmuddin (19 thn) mendapatkan perawatan di Poliklinik UIN Kampus II Samata Gowa

 

Kecuali Nurul Suci Aulia (19 thn) dirujuk ke RS Faisal karena kondisinya agak parah.

 

Yang tercatat sebagai korban adalah mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)  satu orang dari Jurusan kesejahteraan sosial dan seorang lainnya adalah penjemput mahasiswa  (syakhruddin).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>